Ilustrasi: Kantor Bank Aladin Syariah. (Foto: Erman Subekti)
Jakarta – PT Bank Aladin Syariah Tbk mengumumkan telah melakukan perubahan jajaran direksi dan komisaris yang disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Luar Biasa (RUPLB) pada Kamis, 19 Juni 2025 di Jakarta.
Menukil laman keterbukaan informasi, 23 Juni 2025, RUPSLB Bank Aladin Syariah menerima pengunduran diri Ationo Teguh Basuki sebagai komisaris perseroan. Selain di jajaran komisaris, RUPSLB juga menyetujui pengunduran diri Firdila Sari dari posisi direktur perseroan.
Sebagai pengganti keduanya, RUPSLB Bank Aladin Syariah sepakat untuk mengangkat Nurhasanah sebagai komisaris perseroan dan Arief Satrio Putra menjadi direktur perseroan.
Baca juga: Hikayat Bank Aladin Syariah, dari Rugi Menjadi Untung
“Untuk pengangkatan nyonya Nurhasanah sebagai komisaris perseroan dan tuan Arief Satrio Putra sebagai direktur perseroan akan terhitung efektif setelah mendapat persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atas penilaian kemampuan dan kepatutan (fit and proper test),” tulis manajemen Bank Aladin Syariah dikutip 23 Juni 2025.
Terhitung sejak ditutupnya RUPSLB Bank Aladin Syariah, susunan pengurus perseroan akan menjadi sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Baca juga: Setiawan Kumala Diangkat Jadi Presiden Direktur Bank Ganesha, Ini Profilnya
Dewan Direksi
Selain mengubah susunan pengurus, RUPSLB Bank Aladin Syariah juga sepakat untuk tidak membagikan dividen tahun buku 2024 dan menyetuji Rencana Aksi Pemulihan (Recovery Plan) perseroan. (*)
Poin Penting Ombudsman dorong Bank Jambi segera memulihkan layanan digital demi kenyamanan dan keamanan seluruh… Read More
Poin Penting Hingga Januari 2026, realisasi belanja pemerintah pusat capai Rp131,9 triliun, melonjak 53,3 persen… Read More
Oleh Hendra Febri, S.H., M.H, Praktisi Hukum, Banker, dan Lawyer PADA 4 Februari 2026, Pemerintah… Read More
Poin Penting Lemahnya kontrol akses, monitoring belum real-time, dan pengawasan vendor jadi titik rawan industri… Read More
Poin Penting Pinjol melonjak jelang Lebaran 2026, didorong kebutuhan konsumtif dan faktor psikologis seperti FOMO,… Read More
Poin Penting Pajak Januari 2026 Rp116,2 triliun, naik 30,7 persen yoy (4,9 persen dari pagu… Read More