Melalui ekosistem tersebut, Bank Aladin Syariah dapat menyalurkan pembiayaan kepada pelaku usaha yang telah memiliki hubungan bisnis yang jelas dengan Alfa Group, sehingga kualitas pembiayaan dapat lebih terjaga.
Sebagian dari pelaku usaha tersebut juga merupakan pelaku UMKM di sektor ritel dan produksi makanan.
Di sisi transaksi, saat ini bank mencatat rata-rata nilai transaksi nasabah di platform digitalnya mencapai sekitar Rp14 juta per bulan. Dari jumlah tersebut sekitar Rp10 juta–Rp11 juta merupakan transaksi keluar seperti pembayaran dan pembelian, sementara sekitar Rp4 juta–Rp5 juta merupakan transaksi internal.
“Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, volume transaksi tersebut meningkat hampir dua kali lipat,” kata Koko.
Baca juga: Bank Aladin Syariah Jaga Kualitas Pembiayaan Lewat Strategi Ekosistem
Seiring penguatan kolaborasi dan berbagai inisiatif yang terus dikembangkan, kinerja Bank Aladin Syariah juga menunjukkan pertumbuhan positif. Hingga November 2025, perseroan mencatatkan total aset sebesar Rp14 triliun meningkat 61,87 persen dibandingkan 2024, dengan jumlah nasabah aktif tumbuh lebih dari 32 persen secara tahunan.
Perkuat Layanan Selama Ramadhan
Untuk memperluas akses layanan selama Ramadan, Bank Aladin Syariah juga meluncurkan fitur tarik tunai tanpa kartu melalui jaringan ATM Bank Central Asia (BCA). Layanan ini memungkinkan nasabah melakukan penarikan tunai di sekitar 16 ribu titik jaringan ATM.
Selain itu, nasabah juga dapat melakukan transaksi tarik maupun setor tunai melalui jaringan ritel seperti Alfamart, Alfamidi, Lawson, dan DANDAN yang totalnya mencapai sekitar 23 ribu titik layanan.
Baca juga: Jurus Bank Aladin Syariah Pererat Loyalitas Nasabah 2026
Ke depan, Bank Aladin Syariah juga tengah menyiapkan produk tabungan rencana haji, Ala Impian Haji, setelah ditunjuk sebagai bank penerima setoran biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPS-BPIH).
Produk tersebut diharapkan dapat membantu nasabah menabung secara bertahap untuk memenuhi setoran awal biaya haji. (*) Ayu Utami









