Poin Penting
- Nasabah aktif Bank Aladin Syariah naik 30,17 persen berkat penguatan layanan digital
- Bank Aladin Syariah catat laba Rp23,3 miliar dengan aset Rp15,1 triliun pada kuartal I-2026
- Bank Aladin Syariah terus memperkuat inovasi dan ekosistem perbankan digital syariah.
Jakarta – PT Bank Aladin Syariah Tbk terus memperkuat transformasi sebagai bank syariah digital melalui pengembangan inovasi layanan dan perluasan kolaborasi lintas sektor.
Strategi tersebut menjadi fokus perseroan untuk menghadirkan pengalaman perbankan digital yang lebih terintegrasi, mudah diakses, aman, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Komitmen itu tercermin dari pertumbuhan bisnis Bank Aladin Syariah. Hingga kuartal I 2026, perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp23,3 miliar dengan total aset mencapai Rp15,1 triliun.
Baca juga: Bank Aladin Syariah Genjot Kolaborasi Strategis untuk Perluas Akses Keuangan Syariah
Sementara itu, jumlah nasabah aktif meningkat 30,17 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), menandakan semakin tingginya adopsi layanan perbankan syariah digital di Indonesia.
Presiden Direktur PT Bank Aladin Syariah Tbk, Koko Rachmadi, mengatakan inovasi digital harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat, bukan sekadar menghadirkan teknologi terbaru.
“Kami percaya inovasi harus selalu berjalan beriringan dengan kebutuhan masyarakat. Karena itu, Bank Aladin Syariah akan terus memperkuat kolaborasi, memperluas ekosistem layanan, serta menghadirkan solusi keuangan syariah digital yang semakin inklusif untuk mendukung pertumbuhan ekonomi syariah Indonesia secara berkelanjutan,” ujar Koko dikutip 6 Juli 2026.
Menurutnya, di tengah pesatnya transformasi digital sektor jasa keuangan, keberhasilan sebuah bank tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menghadirkan inovasi teknologi, tetapi juga membangun kepercayaan nasabah melalui layanan yang relevan dan memberikan nilai tambah.
Bank Aladin Syariah sendiri terus memperluas ekosistem digital melalui berbagai kemitraan strategis dengan pelaku usaha dari berbagai sektor.
Langkah tersebut dilakukan untuk menghadirkan layanan keuangan syariah yang semakin praktis dan terintegrasi dalam aktivitas sehari-hari masyarakat.
“Kepercayaan masyarakat menjadi modal utama bagi perseroan dalam mempercepat pengembangan layanan digital,” tambahnya.
Baca juga: Influenser hingga AI, Tantangan Baru Perlindungan Konsumen OJK di Era Digital
Transformasi digital yang dilakukan Bank Aladin Syariah pun berbuah manis. Baru-baru ini, Bank Aladin Syariah memperoleh pengakuan dari masyarakat sebagai The Best Sharia Digital Banking dalam kategori Reader’s Choice 2026.
“Kepercayaan tersebut menjadi motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan layanan perbankan syariah digital yang relevan, mudah diakses, serta memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” ujarnya.
Ke depan, perseroan optimistis kolaborasi, inovasi, dan kepercayaan masyarakat akan menjadi fondasi penting dalam memperluas akses layanan keuangan syariah sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkelanjutan. (*)


