Jakarta – PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) (Pelindo III) terus menggenjot kinerjanya untuk menyongsong tahun 2018 mendatang. CEO Pelindo III, I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra mengaku akan menganggarkan belanja modal sebesar Rp 11,6 triliun mulai tahun 2018.
“Kami akan menganggarkan belanja modal sebesar Rp 11,6 triliun pada tahun depan untuk mengembangkan 11 proyek strategis dalam beberapa tahun ke depan, di antaranya Pembangunan kawasan ekonomi terintegrasi Java Integrated Industrial & Port Estate (JIIPE) di Gresik dan Pembangunan Terminal Kalibaru di Pelabuhan Tanjung Emas yang terintegrasi dengan kawasan Industri di Semarang,” ungkap Askhara di Parama Tamansari Office Tower Jakarta, Selasa 19 Desember 2017.
Selain itu, Pelindo III juga terus mendukung program pemerintah dalam penyediaan pasokan listrik, dengan membangun Terminal Liquefied Natural Gas (LNG) di Pelabuhan Benoa Bali dan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) di Terminal Teluk Lamong.
Tak hanya itu, Pelindo III juga mendukung target pemerintah untuk mendatangkan kunjungan 20 juta wisatawan, dengan membangun terminal penumpang kapal pesiar dan kompleks marina bertaraf internasional di Bali dan Banyuwangi.
Sampai dengan Oktober 2017 sendiri, Pelindo III telah membukukan pendapatan hingga Rp 7,09 triliun atau tumbuh sekitar 16 persen dari periode yang sama di tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp 6,12 tritiun. Kemudian untuk laba tahun berjalan sampai dengan Oktober 2017, Pelindo III membukukan laba sebesar Rp 1,67 triIiun.(*)
Poin Penting Harga emas global bergerak fluktuatif dipengaruhi faktor ekonomi, inflasi, suku bunga, dan geopolitik… Read More
Poin Penting BGN meminta maaf atas insiden keamanan pangan dalam program MBG di SPPG Pondok… Read More
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pelaksanaan Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah) 2026 berhasil menghimpun… Read More
Poin Penting WOM Finance menetapkan pembagian dividen tunai maksimal 30 persen dari laba bersih 2025,… Read More
Poin Penting BEI dan Kustodian Sentral Efek Indonesia resmi mengumumkan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi… Read More
Poin Penting DPR menyoroti perlunya kebijakan kredit yang lebih berpihak pada masyarakat, terutama pelaku UMKM… Read More