Manajemen Tiphone; Bangun pabrik. (Foto: Dwitya Putra)
Pabrik ini akan beroperasi mulai Januari 2016 dengan kapasitas awal 300.000 unit per bulan. Dwitya Putra
Jakarta–PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk (TELE) bakal menyiapkan dana investasi sekitar USD50 juta untuk mengembangkan pabrik ponsel di Delta Silikon, Cikarang, Jawa Barat.
Pabrik ini hasil kerja sama Tiphone dengan pabrik ponsel cerdas dari Taiwan, Arima Communications.
Direktur Utama Tiphone, Tan Lie Pin, mengatakan, dana tersebut akan dikeluarkan secara bertahap dalam kurun waktu 5 tahun ke depan. Untuk tahap pertama, dana yang akan dikeluarkan sekitar USD5 juta hingga USD6,5 juta.
“Dananya akan kita keluarkan secara bertahap. Kita akan tambah lagi nanti untuk pengembangan,” kata Tan usai penandatanganan kerja sama di Jakarta, Senin, 31 Agustus 2015.
Seperti diketahui, kedua perusahaan tersebut sepakat membentuk perusahaan patungan (joint venture) yang segera ditindak lanjuti proses agreement dalam waktu dekat.
Dalam perusahaan patungan itu, Tiphone melalui anak usahanya akan memiliki 55% saham di PT Adi Reka Mandiri, sedangkan sisanya dimiliki oleh Arima.
Pada tahap awal, menurut Tan Lie Pin, pabrik ponsel cerdas yang akan berdiri diatas lahan seluas 7.000 meter persegi ini diharapkan dapat menampung sekitar 200 hingga 300 orang tenaga kerja di Indonesia.
“Pabrik akan beroperasi mulai Januari 2016 dengan kapasitas awal 300.000 unit per bulan pada enam bulan pertama. Nantinya, kapasitasnya akan terus ditingkatkan,” tegasnya. (*)
Poin Penting BRI Finance resmi mengganti logo pada 13 Januari 2026 sebagai bagian dari penyesuaian… Read More
Poin Penting Kasus keracunan menu MBG kembali terjadi di sejumlah daerah, meski BGN menargetkan zero… Read More
Poin Penting KPK mendalami dugaan aliran uang suap pajak dari tersangka ke sejumlah pihak di… Read More
Poin Penting BAF memperoleh dua fasilitas pinjaman berkelanjutan dari Bank DBS Indonesia (IDR300 miliar) dan… Read More
Poin Penting DJP berhasil menagih utang pajak Rp25,4 miliar dari penanggung pajak berinisial SHB, termasuk… Read More
Poin Penting Investor asing kembali agresif masuk pasar saham dengan net foreign buy Rp1,09 triliun… Read More