Nasional

Bangun Indonesia Maju, Prabowo Ungkap Program Prioritas

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk membangun Indonesia menjadi negara modern dan maju dengan memanfaatkan potensi besar yang dimiliki bangsa.

“Potensi Indonesia tecermin dari keberagaman dan geografi yang luas. Kepulauan kita, yang terdiri dari 17.000 pulau dan luasnya hampir 2 juta kilometer persegi, merupakan rumah bagi lebih dari 282 juta orang, sebuah mosaik budaya dan tradisi yang dinamis,” ujar Prabowo pada sesi pembicaraan bersama Presiden Republik Indonesia dalam World Governments Summit 2025, dikutip Jumat, 14 Februari 2025.

Meski begitu, Prabowo menyadari keberagaman budaya dan luasnya wilayah Indonesia merupakan tantangan sekaligus kekuatan dalam membangun negeri.

Baca juga : Prabowo Umumkan Danantara Meluncur 24 Februari 2025, Bakal Kelola Dana Rp14.715 T

Oleh karena itu, pemerintah berkomitmen untuk memastikan bahwa setiap warga negara mendapatkan akses yang sama terhadap pendidikan, layanan kesehatan, dan peluang ekonomi.

“Salah satu pencapaian utama kami dalam 100 hari pertama pemerintahan saya adalah terbentuknya pemerintahan yang berfungsi penuh berdasarkan talenta dan meritokrasi. Banyak orang Indonesia terampil yang telah membangun karir mereka di luar negeri kembali untuk mengabdi pada negara kita,” katanya.

Program Makan Bergizi Gratis untuk Masa Depan Bangsa

Prabowo juga menyoroti salah satu inisiatif transformatif dalam pemerintahannya, yaitu peluncuran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah dimulai sejak awal Januari 2025.

Menurutnya, program ini tampak sederhana, tetapi merupakan investasi signifikan bagi masa depan bangsa.

Baca juga: Program Makan Bergizi Gratis dan 3 Juta Rumah jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi RI 2025

“Ketika diterapkan di ratusan ribu sekolah, tepatnya 330.000 sekolah, dari desa-desa terpencil hingga pusat kota yang dinamis, hal ini menjadi investasi yang signifikan bagi masa depan kita. Tujuan kami dalam program ini adalah untuk mencakup lebih dari 85 juta anak dan wanita hamil di Indonesia,” ungkapnya.

Dorongan Besar bagi Pembangunan Infrastruktur

Selain di sektor pendidikan dan kesehatan, pemerintahan Prabowo juga menaruh perhatian besar pada pembangunan infrastruktur guna menghubungkan masyarakat di seluruh penjuru negeri.

Dengan membuka sektor infrastruktur bagi investasi swasta, Prabowo berharap pembangunan infrastruktur seperti jalan, jembatan, hingga jaringan digital dapat diperluas secara signifikan.

Baca juga : Kritik Mengalir, Efisiensi Anggaran Prabowo Dinilai Berisiko

“Kami sedang membangun jalur kehidupan penting, jalan, jembatan, pelabuhan, bandara, jalur energi, jaringan digital yang menghubungkan masyarakat kami dan merangsang perekonomian lokal,” lanjutnya.

Transformasi Digital untuk Konektivitas Seluruh Rakyat

Di era digitalisasi, Prabowo menegaskan pentingnya konektivitas digital bagi seluruh rakyat Indonesia. Untuk itu, pemerintah telah mengalokasikan kembali spektrum Wi-Fi 6 GHz untuk penggunaan publik, yang secara efektif menggandakan kapasitas internet di Indonesia.

“Hal ini memastikan bahwa setiap orang Indonesia, mulai dari pulau terpencil hingga jantung kota Jakarta, memiliki kesempatan yang sama untuk berpartisipasi dalam ekonomi digital, untuk belajar, berinovasi, dan mencapai kesejahteraan,” bebernya.

Efisiensi Anggaran dan Peluncuran Dana Kekayaan Negara

Dalam hal efisiensi keuangan negara, Prabowo mengungkapkan bahwa pemerintah telah berhasil menghemat lebih dari USD20 miliar atau sekitar 10 persen dari anggaran tahunan.

Selain itu, pemerintah juga akan meluncurkan Danantara Indonesia, sebuah dana kekayaan negara baru dengan aset kelolaan melebihi USD900 miliar.

Baca juga: Prabowo Umumkan Danantara Meluncur 24 Februari 2025, Bakal Kelola Dana Rp14.715 T

Dana ini akan diinvestasikan dalam proyek-proyek berkelanjutan di berbagai sektor, termasuk energi terbarukan, manufaktur maju, dan produksi pangan.

“Semua proyek ini akan berkontribusi untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi kami sebesar 8 persen,” pungkasnya. (*)

Editor: Yulian Saputra

Muhamad Ibrahim

Berpengalaman sebagai jurnalis sejak 2014. Saat ini bertugas menulis tentang isu nasional, internasional, ekonomi, perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Recent Posts

Asbisindo Institute–VOCASIA Hadirkan E-Learning untuk Perkuat Kompetensi Bankir Syariah

Poin Penting Asbisindo Institute dan VOCASIA meluncurkan platform e-learning terintegrasi untuk memperkuat kapabilitas SDM perbankan… Read More

4 hours ago

Penyelundupan BBM Subsidi Marak, DPR Desak Pengawasan Diperketat

Poin Penting Penyelundupan BBM bersubsidi masih marak dan meresahkan masyarakat, terutama yang berhak menerima subsidi… Read More

9 hours ago

Grab Luncurkan 13 Fitur Baru Berbasis AI, Apa Saja?

Poin Penting Grab meluncurkan 13 fitur berbasis AI di acara GrabX untuk meningkatkan kenyamanan pengguna,… Read More

9 hours ago

Indonesia SIPF Siapkan Consultation Paper, Ini Tujuannya

Poin Penting SIPF menyiapkan consultation paper untuk mendorong Lembaga Perlindungan Pemodal masuk dalam revisi UU… Read More

9 hours ago

BI Sinyalkan Ruang Penurunan BI Rate Kian Sempit, Dampak Konflik Timur Tengah

Poin Penting Ruang penurunan suku bunga makin sempit, BI fokus pada stabilitas di tengah ketidakpastian… Read More

9 hours ago

Lo Kheng Hong Borong Saham Intiland dan Gajah Tunggal, Ini Profilnya

Poin Penting Lo Kheng Hong terus mengakumulasi saham DILD dan GJTL sepanjang awal 2026 saat… Read More

9 hours ago