Bangun Ekosistem Layanan Keuangan Digital, Aftech Gelar Bulan Fintech Nasional

Jakarta – Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) akan menyelenggarakan kegiatan bertajuk Bulan Fintech Nasional (BFN) dengan tagar #FintechAmandanNyaman. Acara BFN juga berkolaborasi dengan Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Asosiasi Fintech Syariah Indonesia (AFSI).

Selain meningkatkan literasi masyarakat, AFTECH juga berencana akan menginisiasi tanggal 11 November 2021, atau 11.11, sebagai Hari Fintech Nasional. Asosiasi ini juga akan berkolaborasi dengan pemerintah dan regulator, dalam meresmikan peluncuran situs www.cekfintech.id untuk membangun ekosistem layanan keuangan digital yang sehat dan bertanggung jawab.

“Saat ini sudah ada lebih dari 65 perusahaan Fintech yang akan ikut memeriahkan BFN. Mereka semua ingin berpartisipasi, bukan hanya untuk promosi semata, melainkan juga ikut memberi edukasi bahwa Fintech, selama legal dan diawasi OJK, bisa membawa kemudahan dan memberikan kenyamanan yang aman untuk masyarakat,” ungkap Ketua Umum AFTECH Pandu Sjahrir pada keterangannya, 8 November 2021.

Pada kesempatan yang sama, Bank Indonesia (BI) juga mendukung terselenggaranya Fintech yang aman dan nyaman. Retno Ponco Windarti, Kepala Grup Kebijakan Sistem Pembayaran, Bank Indonesia mengungkapkan, BI telah menyiapkan Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2025.

Kebijakan ini mengatur integrasi ekonomi dan keuangan digital nasional, serta menjamin keseimbangan antara laju inovasi dengan perlindungan konsumen, serta mengatur persaingan usaha yang sehat.

Per 25 Oktober 2021, ada 104 fintech lending yang terdaftar dan berizin di OJK, yaitu 101 fintech lending yang berizin dan tiga fintech lending yang berstatus terdaftar. Akumulasi penyaluran dana juga tetap tumbuh positif per September 2021 mencapai Rp262,93 triliun atau meningkat 104,30% (yoy), sedangkan outstanding pinjamannya mencapai Rp27,48 triliun atau tumbuh 116,18% (yoy). (*)

 

Editor: Rezkiana Np

Evan Yulian

Recent Posts

BI Catat DPK Valas Bank Capai Rp1.367,2 Triliun per Februari 2026

Poin Penting BI mencatat DPK valas Februari 2026 sebesar Rp1.367,2 triliun, relatif stabil dibanding Januari,… Read More

2 mins ago

Bank Dunia Pangkas Pertumbuhan Ekonomi RI 2026 jadi 4,7 Persen

Poin Penting World Bank memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia melambat menjadi 4,7 persen pada 2026, turun… Read More

21 mins ago

Ahli Usul RUU Perampasan Aset Difokuskan Jerat Pejabat Publik

Poin Penting: Para pakar meminta RUU Perampasan Aset dibatasi untuk kejahatan serius dan fokus pada… Read More

46 mins ago

Bank Amar Bidik UMKM untuk Perkuat Ekonomi Digital

Poin Penting Bank Amar fokus pada UMKM untuk memperluas akses pembiayaan digital dan mendorong pertumbuhan… Read More

1 hour ago

IHSG Sesi I Ditutup Melemah ke 7.268, Sektor Industri Pimpin Pelemahan

Poin Penting IHSG melemah tipis 0,15% ke level 7.268,03 pada penutupan sesi I perdagangan (9/4).… Read More

3 hours ago

Prabowo: Biaya Haji 2026 Turun Rp2 Juta Meski Harga Avtur Naik

Poin Penting Pemerintah memastikan biaya haji 2026 turun Rp2 juta meski harga avtur naik. Kenaikan… Read More

3 hours ago