Moneter dan Fiskal

Bambang Brodjonegoro Sebut Danantara Dipersiapkan untuk Tarik Investasi Asing

Jakarta – Penasihat Khusus Presiden Bidang Ekonomi Bambang Brodjonegoro mengatakan bahwa pembentukan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) bukan hanya untuk menjadi superholding BUMN.

Bambang menjelaskan pembentukan Danantara ini diharapkan bisa menjadi leverage dalam investasi yang lebih agresif untuk berbagai proyek di Indonesia.

“Danantara itu salah satunya bukan hanya sekadar BUMN itu dibuat seperti superholding, tapi yang lebih penting, Danantara itu diharapkan bisa melakukan leverage. Sehingga bisa melakukan investasi yang lebih agresif untuk proyek-proyek di Indonesia,” ujar Bambang dalam Starting Forum Year 2025: Economic Outlook 2025 bertema “Membaca Tanda-Tanda Akankah Terjadi Krisis di Tengah Ketidakpastian Global dan Lemahnya Daya Beli Masyarakat,” yang digelar Infobank Media Group bersama Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) dan Marketing Research Indonesia (MRI), di Sangri-La Hotel, Jakarta, 4 Februari 2025.

Baca juga: DPR Yakin Danantara Berdampak Besar pada Sektor Investasi

Bambang bercerita tentang pengalamannya saat masih di Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) bahwa ketika itu dirinya sering melakuan roadshow ke luar negeri untuk mencari potensi pembiayaan dari long-term funding, terutama dana pensiun dan asuransi.

Bambang bilang dana tersebut banyak dikelola oleh lembaga-lembaga pengelolaan di luar yang diinvestasikan di berbagai negara.

“Saya ingat sekali datang ke Australia, ditemukan mereka superannuation funding, salah satu yang terbesar di dunia. Terus saya tanya kepada pengelolanya, Anda pernah nggak investasi-investasi? Oh iya, kita punya investasi di jalan tol tapi di Meksiko. Bayangin Australia, Meksiko jauh banget, tapi dia taruh tuh investasinya,” bebernya.

Namun, ketika Bambang menawarkan pengelola dana tersebut untuk berkerja sama untuk investasi ke Indonesia di sektor infrastruktur yang mayoritas dikelola oleh BUMN, mereka menolak karena tidak ingin bersentuhan dengan BUMN.

“Nah karena waktu itu yang megang jalan tol kan mayoritas BUMN. Saya langsung bilang, gimana kalau Anda kita pertemukan dengan SOE (State Owned Enterprises/BUMN) kita? Langsung jawabannya, no SOE please. Kita nggak mau urusan sama BUMN. Mereka tuh nggak mau urusan ke bawah-bawah ke negara. Jadi mereka inginnya dealing dengan swasta” ungkapnya.

Baca juga: Bambang Brodjonegoro Optimis Pertumbuhan Ekonomi RI Tetap di Atas 5 Persen pada 2024

Sehingga, kata Bambang, nantinya Danantara bisa menjadi partner strategis yang bisa menggandeng investor asing, seperti yang telah dilakukan Indonesia Investment Authority (INA) yang menggandeng dana pensiun Kanada dan Belanda untuk berinvestasi di sejumlah jalan tol.

“Nah jadi nantinya Danantara itu menjadi partner seperti Indonesia Investment Authority (INA). INA sudah menggandeng dana pensiun Kanada, dana pensiun Belanda untuk masuk di beberapa ruas jalan tol,” paparnya. (*)

Editor: Galih Pratama

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Rupiah Dibuka Menguat ke Rp16.971 per Dolar AS, Didorong Sentimen Selat Hormuz

Poin Penting Rupiah dibuka menguat 0,15 persen ke level Rp16.971 per dolar AS, dari penutupan… Read More

32 mins ago

Update Harga Emas Hari Ini (17/3): Galeri24, UBS dan Antam Kompak Turun

Poin Penting Harga emas di Pegadaian kompak turun pada 17 Maret 2026, meliputi emas Antam,… Read More

38 mins ago

Bank Mandiri Salurkan Program Sosial bagi Penerima Manfaat

Melalui program Mandiri Berbagi Kebaikan, Mandiri Group menyerahkan 114.000 paket berupa perlengkapan sekolah bagi anak-anak… Read More

54 mins ago

IHSG Dibuka Rebound ke Level 7.094, Naik 1,06 Persen

Poin Penting IHSG dibuka menguat 1,03 persen ke level 7.094,31 pada awal perdagangan 17 Maret… Read More

1 hour ago

IHSG Masih Berpeluang Melemah, BBCA, INDY, SUPA, TINS Direkomendasikan

Poin Penting IHSG berpotensi melanjutkan koreksi pada perdagangan 17 Maret 2026 dengan target pelemahan di… Read More

2 hours ago

Volume Trading Tokenisasi Aset di PINTU Meningkat, 3 Aset Ini Paling Diminati

Poin Penting Volume trading tokenisasi aset di platform PINTU meningkat 45% secara bulanan pada Februari… Read More

11 hours ago