Ilustrasi: Pelayanan Bank Victoria Syariah. (Foto: istimewa)
Jakarta – PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) mengumumkan rencana akan mengkuisisi PT Bank Victoria Syariah (BVS). Berdasarkan prospektus yang diumumkan, Senin, 20 Januari 2025, BTN akan mengakuisisi Bank Victoria Syariah dengan nilai Rp1,06 triliun.
Adapun tujuan dari aksi korporasi ini adalah memuluskan rencana BTN dalam membuat bank syariah umum lewat strategi anorganik. Di mana, BTN Syariah bakal diintegrasikan dengan Bank Victoria Syariah.
Diketahui, saat ini PT Victoria Investama Tbk menjadi pemegang saham mayoritas Bank Victoria Syariah sebanyak 80,18 persen. Adapun sisanya, PT Bank Victoria International Tbk (BVIC) memegang 19,81 persen saham dan Balai Harta Peninggalan (BHP) Jakarta memegang 0,002 persen saham.
Lalu, bagaimana kinerja Bank Victoria Syariah terbaru? Berdasarkan laporan keuangan perseroan per November 2024 dikutip 20 Januari 2025, kinerja Bank Victoria Syariah menunjukkan tren penurunan dibanding periode yang sama di tahun sebelumnya.
Baca juga: Sah! BTN Mengakuisisi Bank Victoria Syariah
Dari sisi laba bersih, misalnya, Bank Victoria Syariah mencatatkan laba bersih Rp21,17 miliar per November 2024. Raihan laba bersih ini turun 24,10 persen dari tahun sebelumnya di periode yang sama sebesar Rp27,90 miliar.
Salah satu pemicu utama turunnya laba bersih Bank Victoria Syariah adalah membengkaknya beban operasional. Per November 2024, beban operasional perseroan sebesar Rp73,34 miliar. Ini melonjak 50,41 persen ketimbang tahun sebelumnya Rp48,76 miliar.
Jika dirinci, pos beban terbesar berasal dari kerugian penurunan nilai aset non keuangan yang di periode November 2024 tembus Rp22,40 miliar. Padahal, pada periode sampai tahun lalu hanya senilai Rp4 miliar. Beban terbesar lainnya datang dari pos tenaga kerja yang naik 15,13 persen menjadi Rp18,52 miliar.
Namun, pendapatan setelah distribusi bagi hasil Bank Victoria Syariah mampu menahan tekanan penurunan laba. Per November 2024, pendapatan setelah distribusi perseroan mampu naik 30,42 persen menjadi Rp101,37 miliar ketimbang tahun lalu di periode yang sama Rp77,73 miliar.
Baca juga: Dari OCBC Sampai Bank Jepang Diisukan Bidik Akuisisi Bank Panin, Ada Apa?
Pun demikian dengan kinerja intermediasi. Pembiayaan perseroan tumbuh 13,45 persen menjadi Rp1,217 triliun per November 2024.
Sementara dari sisi funding, perseroan juga mencatatkan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp1,227 triliun, naik 9,97 persen dari tehun sebelumnya Rp1,115 triliun.
Menutup 11 bulan pertama 2024, total aset Bank Victoria Syariah mengembang 11,87 persen menjadi Rp3,03 triliun dibanding tahun lalu yang senilai Rp2,71 triliun. (*)
Poin Penting OJK menunjuk Bank Kalsel sebagai Bank Devisa sejak 31 Desember 2025 dengan masa… Read More
Poin Penting Presiden Prabowo mendorong riset kampus berorientasi hilirisasi dan industri nasional untuk meningkatkan pendapatan… Read More
PT Asuransi Jiwa BCA (BCA Life) berkolaborasi dengan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menghadirkan… Read More
Poin Penting Pengawasan OJK disorot DPR karena platform Dana Syariah Indonesia (DSI) masih dapat diakses… Read More
UOB Plaza yang berlokasi di distrik bisnis Jakarta, telah menerima sertifikat dan plakat GREENSHIP Existing… Read More
Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More