Poin Penting:
- Pemerintah membuka peluang penurunan harga BBM nonsubsidi jika harga minyak dunia terus melemah.
- Keputusan penyesuaian akan dibahas bersama Pertamina dan badan usaha penyedia BBM lainnya.
- Pemerintah memastikan harga BBM subsidi tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir tahun.
Jakarta – Harga BBM nonsubsidi berpeluang turun menyusul pelemahan harga minyak dunia. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebut pemerintah tengah menghitung dampaknya sebelum mengambil keputusan.
Pemerintah juga segera menggelar rapat bersama PT Pertamina (Persero) dan badan usaha penyedia BBM lainnya. Langkah itu dilakukan untuk membahas kemungkinan penyesuaian tarif bagi konsumen nonsubsidi.
Keputusan belum diambil dalam waktu dekat. Pemerintah masih mencermati perkembangan harga minyak mentah dunia dan Indonesian Crude Price (ICP) yang terus bergerak.
Baca juga: Harga Minyak Dunia Lampaui Asumsi APBN, DPR Desak Penguatan Cadangan BBM
Harga BBM Nonsubsidi Tunggu Evaluasi Pemerintah
Bahlil mengatakan penyesuaian akan dilakukan jika tren harga minyak dunia terus menurun. Pemerintah kini menyiapkan pembahasan bersama seluruh badan usaha terkait.
“Saya sudah menghitung dan saya akan melakukan rapat dengan badan usaha dari Pertamina maupun beberapa badan usaha lain. Ketika harga minyak dunia turun, kita akan menyesuaikan,” kata Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, seperti dikutip dari Antara.
Menurutnya, keputusan perubahan harga BBM nonsubsidi tidak bisa dilakukan tergesa-gesa. Pemerintah harus memastikan kondisi pasar benar-benar mendukung kebijakan tersebut.
Harga BBM Harus Seimbang bagi Konsumen dan Pelaku Usaha
Bahlil menegaskan pemerintah mencari formulasi yang adil dalam menentukan kebijakan. Kepentingan masyarakat dan keberlanjutan usaha sektor migas harus tetap dijaga.
Ia menjelaskan pengguna BBM nonsubsidi hanya sekitar 20 persen dari total konsumen. Karena itu, kebijakan harus tetap memperhatikan kemampuan masyarakat tanpa membebani pelaku usaha.
“Jadi dalam kondisi seperti ini kita mencari formulasi yang bijak, yang tidak memberatkan rakyat pengguna, khususnya yang nonsubsidi. Ini kan totalnya 20 persen, ini saudara-saudara kita yang mampu. Tapi juga kita tidak memberatkan pelaku usaha di sektor perminyakan,” jelas Bahlil.
Baca juga: Pemerintah Turunkan Harga BBM Khusus Nelayan Jadi Rp15.000 per Liter
Pasokan Energi Dipastikan Aman hingga Akhir Tahun
Selain membahas harga BBM, Bahlil melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto mengenai kerja sama pengadaan minyak mentah dan BBM dengan sejumlah negara. Langkah itu dilakukan untuk menjaga ketahanan pasokan energi nasional.
Ia memastikan ketersediaan energi tetap aman hingga akhir tahun. Pemerintah juga menegaskan tidak ada rencana menaikkan harga BBM subsidi.
“Alhamdulillah kita juga clear sampai dengan insyaallah akhir tahun nggak ada masalah. Sudah barang tentu kita juga memastikan bahwa kenaikan terhadap BBM subsidi insya Allah enggak ada kenaikan sama sekali,” pungkas Bahlil.
Pemerintah kini menunggu perkembangan harga minyak dunia sebelum menetapkan kebijakan harga BBM nonsubsidi. Evaluasi dilakukan agar keputusan tetap menjaga keseimbangan antara kepentingan masyarakat dan dunia usaha. (*)
Editor: Yulian Saputra


