Bahas Investasi Berkelanjutan, Kemenkeu dan BI Gelar Forum Kebijakan G20

Bahas Investasi Berkelanjutan, Kemenkeu dan BI Gelar Forum Kebijakan G20

Bahas Investasi Berkelanjutan, Kemenkeu dan BI Gelar Forum Kebijakan G20
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on email
Share on linkedin

Bali – Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia sebagai Presidensi G20 Indonesia Jalur Keuangan menjadi tuan rumah Forum on International Policy Levers for Sustainable Investment. Forum yang dilaksanakan secara hybrid ini dihadiri oleh anggota G20, undangan, dan organisasi internasional, dengan 64 delegasi yang berpartisipasi secara luring dan 54 delegasi yang berpartisipasi secara virtual.

Acara ini menjadi lanjutan dari agenda G20 Sustainable Finance Working Group (SFWG). Forum ini bertujuan untuk membahas berbagai kebijakan pendukung yang dapat mendorong pembiayaan dan investasi berkelanjutan untuk mendukung transisi penurunan emisi gas rumah kaca dan ekonomi yang tahan terhadap perubahan iklim, dengan mempertimbangkan keadaan masing-masing negara serta selaras dengan perjanjian Paris.

Presidensi G20 Indonesia berkomitmen untuk terus melakukan transisi negara kepada energi yang lebih hijau dan memfokuskan implementasi transisi ini sebagai prioritas utama.

“Strategi untuk transisi energi menjadi kunci utama dari transformasi ekonomi ke arah pembangunan yang berkelanjutan dan kuat. Kita harus memastikan bahwa negara-negara dapat terus berkembang selama masa transisi kepada ekonomi rendah karbon yang membutuhkan lebih banyak sektor energi dan ketenagalistrikan yang lebih besar. Selain itu, dengan tantangan dari efek konflik geopolitik kepada meningkatnya harga energi yang dirasakan di berbagai belahan bumi, urgensi usaha untuk transisi energi menjadi semakin jelas. Kita harus bertindak sekarang,” jelas Febrio Nathan Kacaribu, Kepala Badan Kebijakan Fiskal, Kementerian Keuangan pada keterangannya, di Jakarta.

Diskusi ini terdiri dari empat isu utama: (i) Pertimbangan untuk menyusun mekanisme dan alat penetapan harga emisi efektif yang mendukung transisi kepada ekonomi rendah emisi karbon, dengan presentasi dari Kanada, Uni Eropa, dan Belanda; (ii) Alat non-harga yang mendukung transisi ke iklim rendah karbon dengan presentasi dari Republik Rakyat Tiongkok, Amerika, dan Korea Selatan; (iii) Kebijakan untuk pembiayaan transisi energi yang berkelanjutan dan untuk menjembatani kesenjangan dalam pembiayaan teknologi transformatif dengan pembicara dari Argentina, Jerman, dan Indonesia dan (iv) Memahami implikasi distributif dari pendukung kebijakan umum yang diarahkan kepada pergerakan pembiayaan transisi dengan presentasi dari Brazil dan Inggris serta pengalaman masing- masing negara.

Bersama dengan dibagikannya pengalaman negara-negara dan praktik terbaik mereka, beberapa organisasi internasional dan Knowledge Partners menyampaikan pemaparan mengenai isu terkait. Pesan inti dari Forum ini akan dirangkum menjadi sebuah masukan untuk pertemuan 3rd G20 Finance Ministers and Central Bank Governors yang akan diadakan bulan depan di Bali. SFWG juga akan mengambil beberapa pembelajaran utama dari Forum ini dalam Laporan Tahunan 2022.

Presidensi G20 Indonesia berkomitmen untuk memastikan aksi bersama dan membawakan hasil yang konkrit dalam SFWG untuk mencapai Agenda 2030 untuk Tujuan Pembangunan Berkelanjutan dan Kesepakatan Paris. (*)

 

Editor: Rezkiana Nisaputra

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Segera Daftarkan Diri Anda Menjadi Kontributor di

Silahkan isi Form di bawah ini

[ultimatemember form_id=”1287″]