Awal 2026, Jumlah Investor Pasar Modal RI Melonjak Signifikan

Awal 2026, Jumlah Investor Pasar Modal RI Melonjak Signifikan

Poin Penting

  • Jumlah investor pasar modal RI mendekati 21 juta SID, dengan lebih dari 9 juta investor saham.
  • Investor ritel mendominasi lebih dari 50% transaksi, sementara investor asing menyumbang sekitar 35%.
  • BEI menargetkan penambahan 2 juta investor baru pada 2026 melalui edukasi, kolaborasi OJK, dan peran influencer tersertifikasi.

Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat jumlah investor pasar modal Indonesia terus mengalami pertumbuhan signifikan pada awal 2026. Saat ini, total investor telah mendekati 21 juta Single Investor Identification (SID) dari sebelumnya sekitar 20 juta.

Direktur Perdagangan dan Peraturan Anggota Bursa BEI, Irvan Susandy, merinci bahwa lebih dari sembilan juta SID di antaranya merupakan investor saham.

“Secara keseluruhan jumlah investor pasar modal lebih dari 20 juta menuju 21 juta ya per hari ini. Jumlah investor di perusahaan saham lebih dari 9 juta investor dan kita masih terus berharap bahwa jumlah investor ini terus bertambah secara signifikan,” ujar Irvan dikutip, Selasa, 27 Januari 2026.

Baca juga: OJK Sebut Kinerja Pasar Modal 2025 Ditutup Solid, Ini Buktinya

Lebih lanjut Irvan menjelaskan bahwa lebih dari 50 persen transaksi pasar modal RI saat ini ditopang oleh investor ritel. Sementara itu, 35 persen berasal dari investor asing, dan sisanya merupakan institusi lokal.

Sejalan dengan itu, jumlah investor yang aktif bertransaksi juga terus meningkat. Pada 2024, jumlah investor transaksi tercatat sebanyak 144 ribu, meningkat menjadi 260 ribu pada 2025, dan melonjak hingga 620 ribu pada 2026.

“Jadi, naik hampir tiga kali lipat di tahun 2026,” imbuhnya.

Target Tambahan 2 Juta Investor di 2026

Dengan pesatnya pertumbuhan tersebut, BEI menargetkan penambahan dua juta investor baru sepanjang 2026.

Untuk mencapai target tersebut, BEI terus melakukan berbagai upaya melalui kantor perwakilan di daerah, baik secara daring maupun luring.

Selain itu, BEI juga menggandeng anggota bursa (AB) serta bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) guna meningkatkan jumlah investor sekaligus memperkuat edukasi pasar modal.

Baca juga: Tensi Geopolitik Memanas, Praktisi Pasar Modal Imbau Investor Lebih Waspada

Irvan menambahkan, influenser keuangan turut berperan penting dalam edukasi pasar modal. Namun, ia menegaskan bahwa influenser yang memberikan rekomendasi wajib memiliki sertifikasi dari OJK.

“Jadi harusnya nanti semua influenser yang memberikan rekomendasi, berbayar atau tidak berbayar, memberikan pendapat yang memiliki massa, harusnya mereka beri. Karena sertifikasinya ada penasihat investasi dari OJK,” ujar Irvan. (*)

Editor: Yulian Saputra

Related Posts

News Update

Netizen +62