Perbankan

Aviliani: Likuiditas Perbankan Aman, Hanya Permintaan Kredit yang Lemah

Jakarta – Ekonom Senior INDEF, Aviliani menilai bahwa likuiditas perbankan bukan mengalami kekeringan, namun permintaan kredit yang masih lemah.

Hal tersebut tercermin dari LDR yang meningkat menjadi 84 persen pada Oktober 2023, dibandingkan dengan tahun sebelumnya pada periode yang sama yaitu 79,9 persen. Kemudian, CAR perbankan masih berada di level 25,75 persen.

Baca juga: Ekonom Ini Kasih ‘Resep’ Buat Dongkrak Pertumbuhan DPK

“Jadi bukan kekeringan di likuiditas, tapi likuiditas ada, masalahnya permintaan kreditnya yang belum tumbuh sesuai dengan dana yang ada di dalam perbankannya. Ini saja baru tumbuh 3 persen (DPK), untuk permintaan kreditnya baru sebesar itu,” kata Aviliani dalam Diskusi Publik Ekonom Perempuan INDEF, Kamis 28 Desember 2023.

Adapun, pertumbuhan kredit per November 2023 tercatat tumbuh 9,74 persen yoy, meningkat tipis dibandingakn bulan sebelumnya sebesar 8,99 persen yoy.

Baca juga: Likuiditas Bank Makin Ketat, Begini Respon OJK

Meskipun begitu, Aviliani melihat, untuk Net Interest Margin (NIM) perbankan semakin rendah. Per Oktober 2023, NIM tercatat 4,85 persen, sehingga perbankan diminta untuk semakin efisien dalam proses bisnisnya.

“NIM sudah makin rendah sekitar 4,85 persen, dulu NIM sekitar 7 persen tapi sudah makin kecil. Ini menunjukkan bahwa sebenarnya, laba makin kecil kemudian harus makin efisien, jadi bank yang gak efisien juga akan susah bertahan di masa yang akan datang,” ungkapnya. (*)

Editor: Galih Pratama

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Tandatangani Kerja Sama, Pemkab Serang Resmi Pindahkan RKUD ke Bank Banten

Poin Penting Pemkab Serang resmi memindahkan RKUD ke Bank Banten, ditandai penandatanganan PKS pada 9… Read More

3 hours ago

Transaksi MADINA Bank Muamalat Tembus Rp. 48 triliun pada akhir 2025.

Bank Muamalat Indonesia mencatat kinerja yang solid untuk layanan cash management system bernama Muamalat Digital… Read More

4 hours ago

BTN Salurkan KUR Rp2,72 Triliun hingga Maret 2026, Perkuat Beyond Mortgage

Poin Penting BTN telah menyalurkan KUR Rp2,72 triliun hingga Maret 2026, didominasi KUR kecil (75%)… Read More

5 hours ago

Sejak 1976, BTN Salurkan KPR Rp530 Triliun untuk 6 Juta Rumah

Poin Penting BTN telah menyalurkan 6 juta unit KPR sejak 1976 hingga April 2026 dengan… Read More

5 hours ago

ALTO Luncurkan ASKARA Connect dan Collab, Perkuat Pengelolaan Transaksi Digital

Poin Penting ALTO luncurkan ASKARA Connect dan ASKARA Collab untuk mengintegrasikan pemantauan, pengelolaan, dan analisis… Read More

5 hours ago

BTN Targetkan Penyaluran KPR Capai 400 Ribu Unit per Tahun

Poin Penting optimistis pertumbuhan KPR tetap positif dalam 3–5 tahun ke depan, dengan target peningkatan… Read More

5 hours ago