Headline

Aturan Biaya Isi Ulang Uang Elektronik, Mengapa Perlu Direalisasikan?

Oleh Urip N. Soepangat
Penulis adalah Orang Biasa Mantan Bankir

(Artikel merupakan tanggapan atas tulisan Mikail Arkana yang tidak setuju atas aturan BI soal biaya isi ulang uang elektronik)

 

RENCANA Bank Indonesia (BI) untuk mengatur pengenaan biaya isi ulang (top up) uang elektronik (e-money) mendapat banyak tantangan. Tulisan Mikail Arkana dalam artikelnya di Infobanknews.com, Sabtu (16 September 2017), jelas menolak jika BI mengatur batas bawah biaya isi ulang uang elektronik. Masak BI sampai mengatur pricing, demikian menurut Mikail Arkana.

Ada lima alasan yang dikemukakan dalam artikel Mikail Arkana. Dua hal yang penting yaitu waktunya tidak tepat, saat BI mencanangkan program less cash society, justru BI mengenakan biaya bagi masyarakat yang menggunakan uang eletronik. Walau hanya selisih Rp1.500-Rp2.000 — tetap saja uang kertas lebih mahal.

Alasan penting lainnya yang diungkap Mikail Arkana adalah sejatinya bank sudah menikmati dana murah tak berbunga yang mengendap dari isi ulang uang elektronik — walau sebenarnya uang plastik itu uang milik pemegang kartu dan bukan uang bank. Tapi, banyak bankir tetap menyebut uang hasil top up itu dana tak berbunga bagi bank.

Tulisan Mikail Arkana sebenarnya hendak mengatakan, untuk apa Bank Indonesia sebagai bank sentral mengatur tarif? Apa selama ini ada masalah sehingga diatur? (Bersambung ke halaman berikutnya)

Page: 1 2 3

Paulus Yoga

Recent Posts

BPK: Tidak Semua Kredit Bermasalah Merupakan Kerugian Negara

Poin Penting Kredit bermasalah tidak otomatis menjadi kerugian negara, karena harus dinilai melalui pemeriksaan komprehensif… Read More

59 mins ago

IHSG Sesi I Ditutup Bertahan Menghijau pada Level 9.060

Poin Penting IHSG sesi I ditutup menguat 0,55% ke level 9.060,05, dengan nilai transaksi mencapai… Read More

1 hour ago

Scam Kian Merajalela, IASC Blokir Dana Rp436,88 M dari Kerugian Rp9,1 T

Poin Penting Kasus scam online kian meresahkan, dengan 432.637 aduan masuk ke IASC dan total… Read More

3 hours ago

BI Klaim Insentif KLM Efektif Percepat Penurunan Suku Bunga Perbankan

Poin Penting BI menilai Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) efektif mempercepat penurunan suku bunga kredit perbankan… Read More

3 hours ago

IHSG Dibuka Menguat 0,39 Persen ke Level 9.045

Poin Penting IHSG dibuka menguat 0,39 persen ke level 9.045,91 dengan nilai transaksi Rp913,75 miliar,… Read More

4 hours ago

Meroket Lagi! Harga Emas Antam, Galeri24, dan UBS Hari Ini Jadi Segini Segramnya

Poin Penting Harga emas di Pegadaian melonjak tajam pada Kamis, 22 Januari 2026, dengan emas… Read More

4 hours ago