Keuangan

Aswata Targetkan Premi Rp10 Miliar dari Aplikasi 9Lives

Jakarta — 9lives, aplikasi mobile hasil kerjasama PT Asuransi Wahana Tata (Aswata) dan startup lnsurtech Korea, 9Lives, telah resmi luncur serta dapat digunakan masyarakat lewat jalur digital.

Presiden Direktur Aswata, Christian Wanandi, menargetkan, tahun 2019 mendatang, pendapatan premi Aswata lewat aplikasi mobile akan mencapai Rp10 miliar.

“Target premi tahun ini Rp1 miliar – Rp2 miliar. Tahun depan Rp10 miliar,” ujarnya, Senin (26/11). Selain menyasar generasi milenial, dibuatnya aplikasi mobile asuransi 9lives merupakan hasil dari opini masyarakat Indonesia bahwa asuransi itu mahal, kompleks dan tidak menarik.

Baca juga: Aswata dan 9Lives Luncurkan Mobile Aplikasi Asuransi Kecelakaan Diri

Namun, seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang bergairah dengan pendapatan masyarakat yang meningkat, akibatnya kebutuhan untuk asuransi kesejahteraan pribadi pun meningkat cepat. Christian menambahkan, kedepannya, tidak hanya produk kecelakaan diri saja, tetapi 9lives akan menghadirkan produk lainnya.

“Kerjasama yang dilakukan saat ini hanya personal accident, kedepan akan kembangkan travel dan lainnya,” tambah Christian.

“9Lives” adalah aplikasi mobile yang menyediakan produk asuransi kecelakaan diri. Aplikasi ini mencakup keseluruhan proses dari pembelian asuransi sampai dengan pengajuan klaim. Premi yang ditawarkan mulai dari Rp5.000, hingga Rp88.000 per tahun. Tertanggung juga dapat melakukan pengajuan klaim secara terpisah dari BPJS. Sebagai contoh, biaya lGD/UGD untuk kejadian kecelakaan memberikan pertanggungan fix Rp500.000, per klaim yang dapat digunakan sampai dengan dua kali per tahun, dengan premi rata-rata Rp8.500. (Ayu Utami)

Risca Vilana

Recent Posts

Peluncuran Produk GEN Syariah Perlindungan Aman

Generali Indonesia resmi luncurkan GEN Syariah Perlindungan Aman, yang merupakan produk perlindungan jiwa berbasis syariah… Read More

1 hour ago

Jurus Jenius Genjot Transaksi di Momen Libur Panjang

Poin Penting Momentum libur panjang mendorong lonjakan transaksi digital, terutama pembelian tiket, hotel, dan ritel,… Read More

11 hours ago

Konflik AS-Israel dan Iran Memanas, OJK Beberkan Dampaknya ke Pasar Keuangan RI

Poin Penting OJK memetakan tiga risiko konflik AS-Israel vs Iran: lonjakan harga minyak, kenaikan inflasi… Read More

12 hours ago

Industri Multifinance Salurkan Pembiayaan Rp508,27 Triliun per Januari 2026

Poin Penting Pembiayaan multifinance capai Rp508,27 triliun per Januari 2026, tumbuh 0,78% yoy, dengan NPF… Read More

13 hours ago

OJK Restrukturisasi Kredit Rp12,6 Triliun untuk Debitur Terdampak Bencana Sumatra

Poin Penting OJK merestrukturisasi kredit Rp12,6 triliun untuk 246.000 rekening debitur terdampak banjir dan longsor… Read More

13 hours ago

DBS Indonesia Rekomendasikan Aset Riil hingga Saham Asia untuk Hadapi Tekanan Global 2026

Poin Penting Diversifikasi jadi kunci hadapi tekanan global 2026, dengan mengombinasikan aset riil, emas, kredit… Read More

13 hours ago