Ilustrasi-Ratusan ojol lakukan aksi demo di depan kantor Kemnaker, Jakarta, Mei 2025 . (Foto: istimewa)
Jakarta – Gelombang pengemudi ojek online (Ojol) yang tergabung dalam Unit Reaksi Cepat (URC) akan bergerak menuju Istana Negara pada Kamis, 17 Juli 2025.
Dalam aksinya, asosiasi ojol tersebut akan membawa tiga tuntutan besar. Salah satu yang paling mencolok adalah penolakan terhadap opini potongan komisi 10 persen yang belakangan ramai disuarakan sejumlah kelompok.
Alih-alih meminta penurunan komisi, para pengemudi justru memilih bertahan dengan skema potongan 20 persen seperti yang berlaku selama ini. Alasannya, karena skema tersebut masih memberikan manfaat nyata.
“Kalau 10 persen tapi nggak ada benefit apa-apa, buat apa? Justru 20 persen selama ini kami masih dapat promo, oli, asuransi, bahkan beasiswa anak. Itu yang kami jaga,” kata Achsanul Solihin, Jenderal Lapangan URC Bergerak, dikutip Rabu, 16 Juli 2025.
Baca juga: Ekosistem Ojol Kompleks, Pemerintah Diminta Cari Solusi Soal Komisi Layanan
Menurut Achsanul, narasi potongan 10 persen justru bisa membahayakan ekosistem ojek online secara keseluruhan. Jika pendapatan aplikator ditekan, dikhawatirkan berbagai program yang selama ini membantu mitra pengemudi akan hilang.
URC juga menolak rencana perubahan status pengemudi menjadi pekerja atau buruh formal. Mereka menegaskan ingin tetap menjadi mitra mandiri dengan fleksibilitas yang menjadi ciri utama profesi ini.
Menurut mereka, jika status berubah menjadi pekerja, banyak pengemudi berisiko terdegradasi akibat syarat-syarat administratif seperti usia, performa kerja, atau kondisi kendaraan.
Baca juga: Pemerintah Usulkan Profesi Ojol Masuk Kategori UMKM
Tuntutan ketiga yang akan disuarakan URC adalah desakan kepada Presiden RI untuk menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) khusus untuk pengemudi ojol. Regulasi ini diharapkan memberi kepastian hukum dan perlindungan, tanpa menghilangkan kemerdekaan kerja mereka.
“Sudah terlalu lama ojol dibiarkan tanpa arah. Kami ingin satu aturan yang adil. Kami ingin pemerintah dengar langsung dari kami,” imbuh Achsanul.
Baca juga: Ojol hingga Penjual Pulsa Dikecualikan dari Pajak E-Commerce, Simak Aturan Lengkapnya
URC mengeklaim akan mengerahkan sekitar 1.000 pengemudi dari Jabodetabek dan beberapa daerah lain seperti Karawang dan Bandung.
Aksi akan dimulai dengan konvoi dari Lapangan Banteng menuju kawasan Patung Kuda, dengan harapan dapat bertemu perwakilan dari Istana Negara dan menyampaikan langsung aspirasi mereka. (*) Alfi Salima Puteri
Oleh Eko B. Supriyanto, Chairman Infobank Media Group KREDIT macet dalam perbankan bukan sekadar angka… Read More
Oleh Tim Infobank DI sebuah ruang pemeriksaan di Mapolda Jawa Barat, udara tak hanya berdebu… Read More
Poin Penting BSI menggandeng Kadin untuk mendorong UMKM lokal naik kelas melalui sinergi pembiayaan, pembinaan,… Read More
Poin Penting CEO Danantara Rosan Roeslani menegaskan hingga saat ini tidak ada pembahasan terkait rencana… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa meyakini pembukaan IHSG pekan depan tidak terganggu meski sejumlah… Read More
Poin Penting BEI dan OJK dijadwalkan bertemu MSCI secara daring pada 2 Februari 2026 untuk… Read More