ASLC Proyeksikan Permintaan Mobil Bekas Melonjak Jelang Lebaran 2026

ASLC Proyeksikan Permintaan Mobil Bekas Melonjak Jelang Lebaran 2026

Poin Penting

  • PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC) proyeksikan penjualan mobil bekas naik jelang mudik Lebaran 2026
  • ASLC Perseroan tambah stok berkualitas, optimalkan showroom Caroline.id dan lelang digital JBA
  • ASLC bidik pertumbuhan penjualan dobel digit pada 2026 lewat ekspansi jaringan dan strategi omnichannel.

Jakarta – PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC) memproyeksikan peningkatan permintaan mobil bekas menjelang periode mudik Lebaran 2026.

Presiden Direktur ASLC, Jany Candra menilai, tradisi mudik serta lonjakan mobilitas selama lebaran akan menjadi pendorong utama peningkatan permintaan mobil bekas.

“Secara historis momentum musiman ini konsisten memberikan kontribusi positif terhadap penjualan perseroan,” jelas Jany dikutip 20 Februari 2026.

Untuk mengantisipasi lonjakan permitaan terebut, kata Jany, ASLC telah memperkuat ketersediaan stok kendaraan berkualitas dan kompetitif di berbagai titik showroom Caroline.id.

“Dapat dipastikan bahwa menjelang Ramadan dan Lebaran, konsumen memiliki banyak pilihan unit kendaraan bekas siap pakai. Selain itu, kami juga mengoptimalkan platform digital serta jaringan online-to-offline yang aman dan terpercaya,” jelasnya.

Baca juga: Pendapatan ASLC Tumbuh 15 Persen Jadi Rp713 Miliar di Kuartal III 2025

Lebih jauh, kata Jany, pihaknya akan memastikan setiap mobil bekas telah melalui proses inspeksi ketat agar kondisi mesin dan kelengkapan dokumen tetap prima, sehingga memberikan rasa aman selama perjalanan mudik.

“Di sisi lain, unit bisnis lelang JBA juga memanfaatkan momentum ini dengan memperkuat pasokan unit kendaraan dan memperluas akses lelang berbasis digital,” ucap Jany.

Menurut Jany, setiap menjelang Lebaran aktivitas lelang kendaraan berpotensi meningkat seiring kebutuhan dealer dan pelaku usaha untuk memenuhi permintaan pasar yang meningkat.

Prospek Bisnis 2026

Secara keseluruhan, ASLC melihat prospek bisnis yang cerah pada 2026. Dengan fundamental pasar yang kuat, ASLC menargetkan pertumbuhan penjualan dobel digit sepanjang tahun ini.

“(Prospek) Karena mobil bekas menawarkan harga yang lebih terjangkau dibanding mobil baru serta memberikan pilihan unit yang variatif sesuai kebutuhan konsumen,” imbuhnya.

Untuk merealisasikan target tersebut, ASLC fokus menerapkan strategi ekspansi jaringan yang berkelanjutan dan optimalisasi ekosistem omnichannel bisnis mobil bekas.

“Kami juga berusaha sigap memanfaatkan setiap momentum yang ada, seperti halnya Lebaran yang akan segera tiba ini, untuk mengungkit pendapatan,” tutup Jany. (*)

Editor: Galih Pratama

Related Posts

News Update

Netizen +62