Poin Penting
- Askrindo menjadi penyelenggara Relawan Bakti BUMN 2026 di Langowan, MInahasa, Sulawesi Utara.
- Askrindo juga mengirim relawan ke Lampung Selatan dan Ruteng, NTT.
- Program ini melibatkan 110 relawan dari 21 BUMN di 11 lokasi di Indonesia.
Minahasa – PT Asuransi Kredit Indonesia (Persero) atau Askrindo turut berpartisipasi dalam Program Relawan Bakti BUMN 2026 melalui dua peran. Di Langowan, MInahasa, Sulawesi Utara, Askrindo menjadi penyelenggara yang memastikan kegiatan berjalan di lapangan. Sementara itu, perusahaan mengirimkan relawan ke Lampung Selatan dan Ruteng, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Program Relawan Bakti BUMN merupakan inisiatif tahunan Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) yang melibatkan 110 relawan dari 21 perusahaan BUMN di 11 lokasi. Kegiatan ini digelar serentak pada 16-19 Agustus 2026 sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, mengapresiasikan keterlibatan insan BUMN yang turun langsung dan berinteraksi dengan masyarakat melalui program tersebut.
“Saya bangga melihat para insan BUMN yang bersedia turun langsung, tinggal dan bekerja bersama masyarakat di berbagai daerah. Semangat seperti inilah yang ingin terus kita tumbuhkan di lingkungan BUMN. Di samping menjalankan tugas untuk membangun perusahaan yang sehat dan berkinerja baik, insan BUMN juga harus hadir memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Dony.
Baca juga: HUT ke-81 RI, Askrindo Wujudkan Solidaritas Kemanusiaan di Flores NTT
Wakil Kepala BP BUMN, Tedi Bharata, mengatakan interaksi langsung dengan masyarakat menjadi bagian penting dalam pelaksanaan Relawan Bakti BUMN.
“Melalui Relawan Bakti BUMN, para pegawai BUMN turun langsung, berinteraksi, mendengar, dan bekerja bersama masyarakat. Pengalaman ini penting untuk menumbuhkan kepedulian dan memperkuat semangat gotong royong, sekaligus memastikan BUMN benar-benar hadir dan relevan bagi masyarakat,” ujar Tedi.
Askrindo Dampingi Masyarakat di Langowan
Di Langowan, Askrindo memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan sesuai kebutuhan masyarakat. Selama empat hari, para relawan tinggal dan beraktivitas bersama warga.
Berbagai kegiatan dilakukan, mulai dari mendampingi proses belajar anak-anak, mendukung layanan kesehatan dasar, mengikuti kegiatan lingkungan, hingga membantu penguatan UMKM lokal.
Direktur Kepatuhan, SDM & Manajemen Risiko PT Askrindo (Persero), R. Mahelan Prabantarikso, mengatakan keterlibatan langsung di lapangan memberikan gambaran yang lebih nyata mengenai kebutuhan masyarakat.
“Kalau sudah berada di tengah masyarakat, kita jadi melihat langsung bahwa kebutuhan mereka itu sederhana, tapi sering kali sangat mendasar. Dari situ juga terasa bahwa kehadiran BUMN itu bukan hanya soal program, tapi tentang bagaimana kita bisa benar-benar memberi manfaat kepada masyarakat,” ujar Mahelan.
Baca juga: Benahi Tata Kelola, Performa Askrindo Melejit Lampui 328 Persen dari Target
Menurut dia, peran Askrindo sebagai penyelenggara tidak hanya sebatas mengoordinasikan kegiatan. Perusahaan juga ikut terlibat bersama relawan dan masyarakat selama program berlangsung.
“Kami tidak ingin ini berhenti sebagai koordinasi program saja. Di lapangan, kami ikut belajar, ikut terlibat, dan melihat langsung bagaimana kolaborasi ini bisa berjalan dan memberi dampak, walaupun sederhana,” lanjut Mahelan.
Askrindo Kirim Relawan ke Lampung dan NTT
Selain di Langowan, Askrindo turut mengirimkan relawan terpilih ke Lampung Selatan dan Ruteng, NTT.
Keterlibatan di tiga lokasi tersebut menjadi bagian dari upaya Askrindo memperluas jangkauan manfaat program sekaligus mendorong keterlibatan karyawan dalam kegiatan sosial di berbagai daerah.
Program Relawan Bakti BUMN telah memasuki tahun kelima dan menjadi wadah kolaborasi bagi insan BUMN untuk lebih dekat dengan masyarakat.
Bagi Askrindo, keikutsertaan dalam program tersebut merupakan bagian dari komitmen Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang dijalankan secara berkelanjutan.
“Askrindo akan terus hadir dalam program-program seperti ini. Kami percaya bahwa perusahaan yang baik bukan hanya yang sehat secara bisnis, tapi juga yang kehadirannya benar-benar dirasakan sebagai upaya pemberdayaan masyarakat,” tutup Mahelan. (*)


