News Update

Aset Naik, Pangsa Pasar Perbankan Syariah Jadi 5,3%

Permana menjelaskan, pertumbuhan total aset perbankan syariah tersebut ditopang dengan adanya peningkatan dana pihak ketiga (DPK) 20,16% menjadi Rp263,52 triliun. Sementara untuk pembiayaan perbankan syariah meningkat 12,91% mencapai Rp235,01 triliun.

Dengan capaian tersebut, kini pangsa pasar perbankan syariah terhadap industri perbankan nasional mencapai 5,3%. Dengan begitu industri perbankan syariah telah memecah batasan dimana perbankan syariah tidak pernah bisa menembus pangsa pasar diatas 5%.

“Kita telah mencapai pangsa pasar melebihi 5%, itu merupakan batas psikologis atau jebakan 5%. Alhamdulillah pencapaian ini patut disyukuri,” tutupnya. (*) Dwitya Putra

(Baca juga: Ini Tantangan Perbankan Syariah Versi BI)

 

Editor: Paulus Yoga

Page: 1 2

Paulus Yoga

Recent Posts

Tiga Petinggi OJK Mundur, Kepercayaan Pasar Modal Kembali Diuji

Poin Penting Tiga pejabat kunci OJK kompak mundur di tengah tekanan pasar dan pelemahan tajam… Read More

18 hours ago

Tugu Insurance Raih Best Stock Awards 2026, Bukti Fundamental Kokoh dan Kinerja Konsisten

Poin Penting Tugu Insurance (TUGU) meraih Best Stock Awards 2026 sektor keuangan kategori mid cap… Read More

19 hours ago

Sepak Terjang Mahendra Siregar yang Mundur dari Ketua DK OJK

Poin Penting Ketua DK OJK Mahendra Siregar resmi mengundurkan diri pada Jumat, 30 Januari 2026,… Read More

19 hours ago

Breaking News! Mahendra Siregar dan Inarno Djajadi Mundur dari OJK

Poin Penting Ketua DK OJK Mahendra Siregar, KE PMDK Inarno Djajadi, serta Deputi Komisioner I.B.… Read More

20 hours ago

PPATK Endus Dugaan Penyamaran Omzet Rp12,49 T di Bisnis Tekstil, Gunakan Rekening Karyawan

Poin Penting PPATK mengendus dugaan penyamaran omzet Rp12,49 triliun di sektor perdagangan tekstil dengan memanfaatkan… Read More

21 hours ago

Airlangga Pede Kenaikan Free Float 15 Persen Tak Bikin Pasar Saham Sepi

Poin Penting Pemerintah menegaskan kebijakan menaikkan free float dari 7,5 persen ke 15 persen tidak… Read More

21 hours ago