Asuransi Syariah; Tumbuh positif. (Foto: Istimewa).
Jakarta – Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI) mencatat total aset industri asuransi syariah tumbuh 3,79 persen secara tahunan (year-on-year/YoY), dari Rp45,30 triliun menjadi Rp47,02 triliun per Mei 2025.
Manajemen AASI menyatakan bahwa pertumbuhan tersebut mencerminkan kondisi industri asuransi syariah yang tetap berada pada jalur positif, dengan daya tahan yang cukup baik terhadap dinamika ekonomi.
“Asuransi jiwa syariah mencatat pertumbuhan aset sebesar 3,89 persen dari Rp33,18 triliun pada 2024 menjadi Rp34,70 triliun pada 2025. Dengan porsi terbesar dalam total aset industri atau sekitar 74 persen, sektor ini menunjukkan pengelolaan dana yang stabil dan konsisten,” tulis manajemen dalam laporan kinerja dikutip, Jumat, 25 Mei 2025.
Sementara itu, asuransi umum syariah mencatat pertumbuhan aset sebesar 3,74 persen dari Rp9,24 triliun menjadi Rp9,59 triliun pada Mei 2025. Hal ini mencerminkan kesinambungan manajemen risiko dan strategi pertumbuhan aset yang moderat.
“Walaupun sektor ini sempat mengalami tekanan dari sisi kontribusi, namun keberhasilan menjaga aset tetap tumbuh menunjukkan adanya efisiensi dan optimalisasi alokasi dana kontribusi. Hal ini penting untuk menjaga keseimbangan antara kewajiban jangka pendek dan cadangan teknis,” imbuhnya.
Baca juga: AASI Optimis Aset Asuransi Jiwa Syariah Tembus Rp36 Triliun di Awal Tahun
Di sisi lain, reasuransi syariah mencatat pertumbuhan aset sebesar 2,82 persen, dari Rp2,87 triliun menjadi Rp2,95 triliun.
Meski porsinya terhadap total industri relatif kecil (sekitar 6,3 persen), sektor ini berperan penting dalam menjaga stabilitas keuangan jangka panjang industri asuransi syariah.
Sedangkan dari total kontribusi industri asuransi syariah meningkat dari Rp10,49 triliun menjadi Rp10,67 triliun pada Mei 2025 atau mencatat pertumbuhan sebesar 1,74 persen YoY.
Pertumbuhan itu tergolong moderat, mencerminkan masih adanya tantangan dalam mempertahankan momentum pertumbuhan secara menyeluruh.
Adapun, asuransi jiwa syariah menunjukkan kinerja positif dengan pertumbuhan kontribusi sebesar 5,69 persen dari Rp8,70 triliun menjadi Rp9,20 triliun.
Baca juga: Panin Dai-ichi Life Luncurkan Produk Asuransi Syariah
Kinerja ini mencerminkan stabilitas dan kepercayaan peserta yang tetap terjaga, menjadikan sektor ini sebagai pilar utama kontribusi industri secara keseluruhan.
Sebaliknya, asuransi umum syariah mengalami penurunan kontribusi signifikan sebesar 22,82 persen, dari Rp1,38 triliun menjadi Rp1,07 triliun.
Penurunan itu menunjukkan tantangan serius dari sisi pemasaran, daya saing produk, maupun pengelolaan klaim.
Di sisi reasuransi syariah, pertumbuhan kontribusi hanya sebesar 0,73 persen, dari Rp0,39 triliun menjadi Rp0,40 triliun.
Pertumbuhan yang datar ini mengindikasikan bahwa sektor tersebut masih berada dalam fase konservatif, dan membutuhkan terobosan produk serta kolaborasi lintas pelaku industri guna mendorong kinerja yang lebih signifikan. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting BTN rebranding e’Batarapos menjadi Tabungan BTN Pos sebagai langkah strategis memperluas inklusi keuangan… Read More
Poin Penting Aliran modal asing masuk Rp1,44 triliun di awal Januari 2026, mayoritas mengalir ke… Read More
Poin Penting KPK tetapkan 5 tersangka OTT dugaan suap pajak KPP Madya Jakarta Utara. 3… Read More
Poin Penting IHSG ditutup menguat 0,13 persen pada perdagangan Jumat (9/1/2026), meski mayoritas indeks domestik… Read More
Poin Penting IHSG menguat 2,16 persen sepanjang pekan 5-9 Januari 2026 dan sempat menembus level… Read More
Poin Penting Munas VII MES menetapkan Rosan Roeslani sebagai Ketua Umum dan Ferry Juliantono sebagai… Read More