Keuangan

Asei Bidik Pertumbuhan Premi 60-75% di 2017

UMKM sendiri, lanjut Riduan, merupakan salah satu sektor yang cukup menarik di Indonesia. Apalagi pihak Asei belum terlalu banyak masuk ke sektor tersebut.

Baca juga: Potensi Pasar Asuransi ASEAN Lebih Oke dari AS

Sehingga untuk masuk dan mengembangkan sektor itu, ia bersama pihak Kementrian akan terus bekerja sama dalam mendorong perkembangan ekspor.

Sekadar informasi, saat ini porsi asuransi Asei masih didominasi oleh asuransi umum dan syariah sebesar 80 persen. Sementara sisanya tersebar ke asuransi kredit, ekspor dan penjaminan sebesar 20 persen. “ke depan kita akan terus perbesar porsi asuransi keuangan, sesuai dengan bisnis kita,” jelas Riduan. (*)

 

 

Editor: Paulus Yoga

Page: 1 2

Dwitya Putra

Recent Posts

Kekerasan Debt Collector dan Jual Beli STNK Only Jadi Alarm Keras Industri Pembiayaan

Poin Penting Kekerasan debt collector dan maraknya jual beli kendaraan STNK only menggerus kepercayaan publik,… Read More

6 hours ago

OJK Wanti-wanti “Ormas Galbay” dan Jual Beli STNK Only Tekan Industri Pembiayaan

Poin Penting OJK menegaskan peran penagihan penting menjaga stabilitas industri pembiayaan, namun wajib diatur rinci,… Read More

6 hours ago

Sidak Industri Baja, Purbaya Kejar Potensi Tunggakan Pajak Rp500 Miliar

Poin Penting Menkeu Purbaya sidak dua perusahaan baja di Tangerang yang diduga menghindari pembayaran PPN… Read More

6 hours ago

Bank Mandiri Catat Pembiayaan Berkelanjutan Rp316 Triliun Sepanjang 2025

Poin Penting Pembiayaan berkelanjutan Bank Mandiri mencapai Rp316 triliun pada 2025, tumbuh 8% yoy, terdiri… Read More

7 hours ago

Pembiayaan Multifinance 2025 Lesu, OJK Ungkap Biang Keroknya

Poin Penting Aset industri pembiayaan 2025 terkontraksi 0,01 persen, dengan pertumbuhan piutang hanya 0,61 persen,… Read More

7 hours ago

Danamon Bidik Kredit Konsumer Tumbuh Double Digit pada 2026

Poin Penting Kredit konsumen Bank Danamon tumbuh double digit di 2025, mencapai sekitar 12–15 persen,… Read More

7 hours ago