News Update

Asbanda: Sinergi BPD dan Pemda Jadi Lokomotif Ekonomi Daerah

Jakarta – Sekretaris Jenderal Asosiasi Bank Daerah (ASBANDA) Achmad Syamsudin menekankan sinergi positif antara bank pembangunan daerah (BPD) dengan pemerintah daerah (pemda). 

“Bank milik pemerintah daerah yang merupakan lokomotif pertumbuhan ekonomi dan keuangan daerah harus tetap bersinergi dengan pemerintah daerah,” ujarnya, dalam acara The Asianpost Regional Champion Forum 2025 “Masa Depan BUMD di Tangan Kepala Daerah Baru”, di Jakarta, Jumat, 16 Mei 2025.

Ia mengatakan, bukan tanpa alasan sinergi antara BPD dan pemda harus terus terjalin dengan erat. Pasalnya, kepala daerah secara otomatis menjadi pemegang saham BPD dan BPR milik pemerintah daerah. 

“BPD/BPR harus tetap bersinergi dengan pemerintah daerah melalui peningkatan peranannya dalam membangun dan menjaga stabilitas ekonomi di daerah,” jelasnya.

Baca juga : Asbanda dan Bank Papua Gelar Pengundian Tabungan Simpeda 2025, Ini Pemenangnya!

Sejalan dengan sinergi itu, BPD memegang peranan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan upaya mewujudkan sisi keuangan yang stabil, kuat, dan berintegritas.

Pendirian BPD tak lain untuk mendorong pembangunan di daerah. BPD diarahkan untuk menopang pembangunan infrastruktur, UMKM, pertanian, perdagangan, dan kegiatan ekonomi lainnya dalam rangka pembangunan daerah. 

“Itulah benar-benar tugas-tugas pokok daripada BPD,” jelasnya. 

Kinerja BPD

Dalam kesempatan tersebut, dirinya juga menyinggung kinerja BPD seluruh Indonesia yang menunjukkan tren pertumbuhan impersif. 

Hal ini terlihat dari berbagai indikator yang berhasil digunakan oleh BPD seluruh Indonesia yang ditunjukkan dengan peningkatan di beberapa pos keuangan.

Baca juga : Asbanda Pacu Kontribusi BPD Tingkatkan PAD Pemda

Per Desember 2024, total aset BPD di Indonesia mencapai Rp1.021,88 triliun secara tahunan (YoY), naik 3,70 persen secara YoY pada tahun sebelumnya Rp985,41 triliun.

Pada periode yang sama, Dana Pihak Ketiga (DPK) BPD mencapai Rp752,68 triliun, naik 3,06 persen YoY dari periode sama tahun sebelumnya, yakni Rp730,33 triliun.

Dari sisi intermediasi, BPD berhasil menyalurkan kredit mencapai Rp658,60 triliun, naik 6,49 persen YoY, dari tahun sebelumnya Rp618,45 triliun. (*)

Editor: Yulian Saputra

Muhamad Ibrahim

Recent Posts

BNI Ingatkan Nasabah Waspada Modus Phishing Jelang Lebaran

Poin Penting BNI mengingatkan lonjakan transaksi Ramadan dan pencairan THR meningkatkan risiko kejahatan siber, khususnya… Read More

23 mins ago

Bank Mega Gandeng IKPI Perkuat Pemahaman Coretax ke Nasabah

Poin Penting PT Bank Mega menggandeng IKPI dan FlazzTax menggelar Seminar Coretax untuk mengedukasi nasabah… Read More

12 hours ago

40 Juta UMKM Belum Berizin, BKPM Siap Permudah Proses NIB

Poin Penting 15,2 juta NIB diterbitkan, 14,9 juta untuk usaha mikro; masih ada 40 juta… Read More

13 hours ago

Purbaya Sesuaikan Strategi Penempatan Dana di Perbankan dengan Kebijakan BI

Poin Penting Pemerintah memperpanjang penempatan Rp200 triliun di bank-bank milik negara hingga September 2026 untuk… Read More

13 hours ago

Duh! Program MBG Berpotensi Buang Uang Negara Rp1,27 Triliun per Minggu

Poin Penting Studi CELIOS menunjukkan Program MBG bisa membuang 62–125 juta porsi/minggu, merugikan negara Rp622… Read More

15 hours ago

OJK Tegaskan Tak Ada “Injury Time” Spin Off UUS Asuransi

Poin Penting OJK menegaskan tidak ada perpanjangan waktu, semua UUS asuransi wajib spin off paling… Read More

15 hours ago