Poin Penting
- Bank Kalteng membagikan 2.000 masker dan vitamin kepada masyarakat Palangka Raya.
- Kasus ISPA di Palangka Raya mencapai 2.584 kasus hingga 27 Agustus 2026.
- Konsentrasi partikulat udara Palangka Raya mencapai 590,4 µg/m³ pada Senin pagi.
Jakarta – Asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengepung Palangka Raya, Kalimantan Tengah, dengan kualitas udara yang memburuk. Bank Kalteng langsung bergerak membagikan 2.000 masker dan vitamin kepada masyarakat.
Bantuan tersebut menyasar warga yang masih beraktivitas di luar ruangan. Langkah itu diharapkan membantu mengurangi paparan asap dan menjaga kondisi tubuh.
Sekretaris Perusahaan Bank Kalteng Sriyanto mengatakan bantuan tersebut masih sederhana. Namun, pihaknya berharap bantuan itu dapat membantu masyarakat menghadapi kabut asap.
“Bantuan ini tentu sangat sederhana, belum banyak yang bisa kami salurkan, tetapi kami berharap dapat sedikit membantu masyarakat saat harus beraktivitas di tengah kabut asap,” katanya dikutip Antara, Senin (31/8).
Pembagian masker ditujukan untuk mengurangi paparan partikel asap. Sementara vitamin diharapkan membantu masyarakat menjaga kondisi tubuh.
Dampak kondisi udara juga tecermin dari meningkatnya kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Dinas Kesehatan Palangka Raya mencatat 2.584 kasus hingga 27 Agustus 2026.
Jumlah tersebut meningkat dibandingkan catatan dua bulan sebelumnya. Pada Juni, kasus ISPA mencapai 1.849 kasus dan naik menjadi 2.293 kasus pada Juli.
Baca juga: Asap Karhutla Kepung Bandara, 10 Penerbangan di Kalimantan Terganggu
Kondisi udara Palangka Raya turut menunjukkan tekanan akibat kabut asap. Data BMKG mencatat konsentrasi partikulat mencapai 590,4 µg/m³ pada Senin pukul 09.00 WIB.
Angka tersebut menunjukkan tingginya paparan partikulat di udara. Situasi itu membuat masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan selama kabut asap berlangsung.
Warga Diminta Kurangi Aktivitas Luar
Bank Kalteng mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas luar ruangan. Aktivitas tersebut sebaiknya dilakukan hanya ketika benar-benar diperlukan.
Sriyanto juga meminta masyarakat menggunakan masker dengan benar. Masyarakat diminta mencukupi kebutuhan air minum selama kondisi udara belum membaik.
“Kami mengajak masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan jika tidak mendesak, menggunakan masker dengan benar, mencukupi kebutuhan air minum serta segera memeriksakan diri apabila mengalami gangguan pernapasan,” ujarnya.
Imbauan tersebut menjadi langkah pencegahan menghadapi dampak kabut asap. Masyarakat juga diminta segera memeriksakan diri saat mengalami gangguan pernapasan.
Baca juga: Purbaya Siap Tambah Dana Atasi Karhutla, BNPB Kantongi Biaya Segini
Bank Kalteng Perkuat Respons Sosial
Bank Kalteng menyatakan akan terus mengambil bagian dalam respons sosial. Bantuan diarahkan untuk membantu masyarakat yang terdampak kondisi kabut asap.
Langkah tersebut sekaligus mendukung upaya pemerintah menangani dampak karhutla. Penanganan itu melibatkan petugas lapangan, tenaga kesehatan, dan berbagai pihak terkait.
Keterlibatan banyak pihak diperlukan ketika kualitas udara memburuk. Dukungan sosial juga penting untuk membantu masyarakat menghadapi dampak kabut asap.
Melalui pembagian masker dan vitamin, Bank Kalteng menunjukkan respons langsung kepada masyarakat. Langkah tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap penanganan dampak karhutla di Palangka Raya. (*)
Editor: Yulian Saputra


