Poin Penting
- Jasa Marga mengimbau pengguna jalan tol menggunakan satu kartu e-Toll yang sama saat tapping di gerbang masuk dan keluar untuk menghindari kendala transaksi.
- Volume kendaraan H-3 Lebaran meningkat, dengan 94.561 kendaraan meninggalkan Jabodetabek melalui GT Cikupa dan GT Ciawi 1.
- Arus kendaraan diperkirakan masih meningkat saat Idul Fitri, seiring perjalanan masyarakat untuk wisata dan silaturahmi.
Jakarta – Jasa Marga mengingatkan pengguna jalan tol untuk menggunakan satu kartu uang elektronik (e-Toll) yang sama saat melakukan transaksi di gerbang tol.
Imbauan ini terutama berlaku pada ruas tol dengan sistem transaksi tertutup, seperti Tol Cipularang, Padaleunyi, serta Jalan Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) II.
Penggunaan kartu yang sama diperlukan agar proses transaksi saat keluar tol berjalan lancar.
“Kartu elektronik yang sama untuk bertransaksi ketika tapping di gerbang tol masuk dan juga untuk tapping di gerbang tol keluar,” kata Senior General Manager Jasamarga Metropolitan Widiyatmiko Nursejati dalam keterangan resminya di Jakarta, Kamis, 19 Maret 2026.
Baca juga: CCTV Tol Bisa Dipantau Real-Time di Travoy, Jasa Marga Bantu Pemudik Pilih Rute Terbaik
Selain itu, pengguna jalan juga diminta mempersiapkan perjalanan dengan memastikan kendaraan dalam kondisi baik, pengemudi dalam keadaan prima, serta memperhatikan kecukupan bahan bakar dan saldo e-Toll.
Arus Kendaraan Keluar Jabodetabek Meningkat
Menjelang libur Idul Fitri 1447 Hijriah, volume kendaraan yang meninggalkan wilayah Jabodetabek mulai meningkat. Pada H-3 Lebaran atau Rabu (18/3), Jasamarga Metropolitan Tollroad Regional Division (JMT) mencatat sebanyak 94.561 kendaraan melintas menuju Merak dan Puncak Bogor melalui Gerbang Tol Cikupa dan Gerbang Tol Ciawi 1.
Jumlah tersebut meningkat 16,54 persen dibanding volume lalu lintas normal yang tercatat sebanyak 81.140 kendaraan.
Di GT Cikupa arah Merak, tercatat 49.913 kendaraan melintas atau naik 4,32 persen dibanding lalu lintas normal sebanyak 47.847 kendaraan.
Baca juga: ‘One Way’ Mudik 2026 Berlaku 18 Maret, Korlantas Terapkan Skema Nasional
Sementara di GT Ciawi 1 arah Puncak Bogor tercatat 44.648 kendaraan, meningkat 34,11 persen dibanding kondisi normal sebanyak 33.293 kendaraan.
Pergerakan Kendaraan di Wilayah Bandung
Di wilayah Jawa Barat, pergerakan kendaraan menuju Bandung dan Rancaekek tercatat sebanyak 76.460 kendaraan atau naik 15,26 persen dibanding lalu lintas normal sebanyak 66.336 kendaraan.
Sebaliknya, kendaraan yang meninggalkan Bandung dan Rancaekek menuju Jakarta tercatat 56.257 kendaraan atau turun 2,16 persen dibanding kondisi normal sebanyak 57.499 kendaraan.
Sementara itu, volume kendaraan menuju wilayah Rancaekek dan Garut melalui GT Cileunyi mencapai 44.852 kendaraan atau meningkat 37,87 persen dari lalu lintas normal sebanyak 32.533 kendaraan.
Adapun kendaraan yang kembali menuju Jakarta melalui GT Cileunyi tercatat sebanyak 29.584 kendaraan atau naik 2,96 persen dibanding lalu lintas normal sebanyak 28.734 kendaraan.
Baca juga: Diskon Tarif Tol 30 Persen di Tol Trans Sumatera, Ini Daftar Ruasnya
Di sisi lain, volume kendaraan menuju Kota Bandung melalui GT Pasteur tercatat 31.608 kendaraan atau turun 6,49 persen dibanding lalu lintas normal sebanyak 33.803 kendaraan.
Sedangkan kendaraan yang meninggalkan Bandung menuju Jakarta melalui GT Pasteur tercatat 26.673 kendaraan atau turun 7,27 persen dibanding lalu lintas normal sebanyak 28.765 kendaraan.
Lalu Lintas Diprediksi Masih Meningkat
Jasa Marga memprediksi volume kendaraan di wilayah Bandung dan Jabodetabek masih akan meningkat pada hari H Idul Fitri 1447 Hijriah, seiring meningkatnya perjalanan masyarakat untuk wisata dan silaturahmi.
Masyarakat juga diimbau untuk terus memantau informasi lalu lintas terkini melalui layanan one call center 24 jam di nomor 133, situs resmi Jasa Marga, media sosial @official.jmmetropolitan, serta aplikasi Travoy. (*)










