News Update

Apresiasi Kalangan Keuangan Terhadap Keputusan Suprajarto

Jakarta — Penolakan Suprajarto terhadap hasil RUPSLB BTN (29/8) lalu direspon sejumlah kalangan praktisi sebagai sikap seorang “ksatria”. Pasalnya, seorang profesional harus bersikap ksatria. Dia bekerja harus dipercaya. Ketika sudah tidak dipercaya, pasti memilih mundur.

Menurut data yang masuk melalui media online dan media sosial milik saluran Infobank, ada 302 profesional keuangan seperti bankir, asuransi, hingga pengamat ekonomi, yang memberi tanggapan positif atas penolakan Suprajarto dari hasil RUPSLB BTN. Banyak yang menilai RUPSLB BTN tidak sesuai dengan POJK Nomor 55/POJK.03/2016 tentang Good Corporate Governnace (Tata Kelola yang Baik).

Sikap Suprajarto, lebih karena kepatuhan dan perundangan. Adalah Sigit Pramono, bankir senior yang pernah menjadi Ketua Umum Perbanas. Menurutnya, seorang profesional itu ibarat seorang ksatria, seorang samurai. “Loyalitas kepada ‘raja’ itu nomor satu, tetapi integritas juga tetap harus dijunjung tinggi. Harga diri seorang profesional tidak bisa diabaikan. Saya menghormati Pak Suprajarto. Kami prihatin dengan kejadian ini, tetapi juga bangga sebagai sesama profesional atas sikap Pak Suprajarto,” ujar Sigit kepada infobanknews.com di Jakarta, Sabtu (31/8).

Ketua Umum Indonesia Institute for Corporate Directorship ini mengatakan, sebetulnya kasus pergantian direksi dan komisaris BUMN yang terdaftar di Bursa, merupakan sebuah cermin bagaimana buruknya praktik tata good corporate governance di perusahaan BUMN terbuka. “Sebuah lembaga nirlaba yang mendorong internalisasi praktik-praktik tata kelola baik pada perusahaan-perusahaan publik, saya ingin menyampaikan imbauan kepada Kementerian BUMN yang merupakan pemegang saham pengendali bank-bank BUMN, untuk menerapkan prinsip tata kelola yang baik, dan harus menjadi contoh bagi pemegang saham pengendali perusahaan publik yang lain dalam menjaga prinsip dasar tata kelola yang baik,” kata Sigit.

Sigit menambahkan, sebaiknya otoritas yang membawahi pasar modal yaitu Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berani menertibkan praktik tata kelola yang buruk dari Kementerian BUMN selama ini yang mengabaikan hak-hak pemegang saham minoritas, khususnya di dalam pergantian pengurus perusahaan BUMN yang sahamnya tercatat di Bursa.

Sementara, Ida Bagoes Oka, pengamat perbankan yang mantan pengawas bank di bank sentral mengapresiasi langkah Suprajarto sebagai cara yang tepat. “Laporan keuangan BTN sudah di ‘make up’, sehingga siapa yang akan ditempatkan sebagai BTN1 akan sangat riskan alias menunggu bom waktu, dan berpotensi akan menanggung risiko besar terhadap kinerja BTN, itu akan menjadi tanggung jawab BTN 1 yang lama. Pak Suprajarto cerdik, pasti akan menolak karena sudah paham risikonya,” ujar Viraguna Bagoes Oka, pengamat perbankan yang mantan pejabat bank sentral kepada infobanknews.com.

Sedangkan dari sisi investor, seperti dikatakan Komari Subakir, saham BRI terkena pengaruh kebijakan Kementerian BUMN dalam merombak direksi bank BUMN. “Secara logika yang terkena pengaruh negatif saham BBRI, karena bank ini ON dan team manajemen yang kategori bagus. Untuk saham BBTN tidak terlalu pengaruh karena kondisi saham memang bearish dan selama ini sudah diterpa berita negatif seperti kredit brmasalah dan lain-lain,” ujar Komari Subakir, bankir senior yang sekarang sedang gemar melakukan investasi saham kepada infobanknews.com. (*) KM

Dwitya Putra

Recent Posts

Ironi di Balik Kursi Terdakwa Kasus Sritex, Ketika Integritas Bankir Diadili Secara “Serampangan”

Oleh Tim Infobank SEMARANG, sebuah ruang pengadilan menjadi panggung sebuah drama yang memilukan sekaligus mengusik… Read More

1 hour ago

Modal Kuat dan Spin Off, OJK Optimistis Premi Asuransi Tumbuh

Poin Penting OJK optimistis premi asuransi tumbuh pada 2026 seiring membaiknya konsolidasi industri dan penguatan… Read More

2 hours ago

Teknologi Terpadu Tekan Risiko Gangguan Operasional IT

Poin Penting Kerusakan atau hang perangkat operasional seperti aplikasi kasir bisa menyebabkan gangguan bisnis serius… Read More

6 hours ago

Menko Airlangga Pamer Capaian Pertumbuhan Ekonomi 5,11 Persen, di Atas Negara-Negara Besar

Poin Penting Ekonomi Indonesia tumbuh 5,11% (yoy) pada kuartal IV 2025, tertinggi dalam empat kuartal… Read More

6 hours ago

Pemerintah Stop Subsidi Motor Listrik di 2026, Adira Finance: Penurunan Kredit Signifikan

Poin Penting Pemerintah resmi menghentikan subsidi motor listrik pada 2026, melanjutkan kebijakan tanpa insentif sejak… Read More

7 hours ago

Asuransi Kesehatan Kian Menguat, OJK Catat 21 Juta Polis

Poin Penting OJK mencatat jumlah polis asuransi kesehatan mencapai sekitar 21 juta, sebagai bagian dari… Read More

7 hours ago