Jakarta - Pernahkah Anda mendengar istilah spread emas? dalam konteks buyback, spread emas menjadi salah satu indikator yang dapat memengaruhi perolehan untung dan rugi investasi.
Oleh karena itu, para investor wajib mempelajari spread emas agar bisa digunakan untuk menyusun strategi investasi emas yang tepat dan menguntungkan.
Lantas, seperti apa sebenarnya spread emas? Berikut pemaparannya untuk Anda.
Melansir laman Pegadaian, spread emas merupakan selisih di antara harga jual dengan harga beli suatu aset dalam hal ini emas. Apabila didasarkan pada konteks investasi emas, spread emas adalah perbedaan tarif ketika membeli dan menjual emas di pasaran.
Baca juga: Harga Emas Antam, Galeri24, dan UBS Kompak Anjlok Lagi! Sekarang Segram Cuma Segini
Spread emas juga dapat dikatakan sebagai penghasilan margin oleh toko yang membeli dan menjual emas. Keberadaan spreademas cukup krusial karena dapat menentukan besaran dana yang mungkin diperoleh kembali saat melakukan buyback.
Di samping itu, dengan spread emas, investor bisa mengetahui apakah investasinya mengalami kerugian atau menghasilkan keuntungan. Setiap jenis emas yang diperjualbelikan memiliki nilai spread berbeda. Biasanya, nilai spread emas batangan lebih besar daripada jenis lainnya karena mempunyai tingkat kemurnian tinggi.
Besaran spread emas juga dipengaruhi oleh likuiditas pasar. Jika tingkat likuiditas pasar cenderung rendah, nilai spread biasanya lebih tinggi dan sebaliknya.
Penerapan spread emas dalam perdagangan emas biasanya terjadi karena beberapa alasan, antara lain:
Pada dasarnya, fungsi spread emas adalah sebagai biaya transaksi jual beli, penambahan saldo, maupun penarikan dana yang ditetapkan oleh toko atau lembaga keuangan resmi.
Oleh karena itu, dapat dimaknai bahwa spread harga emas merupakan suatu solusi agar para investor tidak dikenai biaya tambahan sehingga laba dari buyback murni menjadi milik mereka.
Baca juga: Harga Emas Antam, Galeri24, dan UBS Anjlok Lagi! Saatnya Borong?
Fungsi spread emas lainnya adalah sebagai strategi alternatif bagi toko atau lembaga keuangan resmi dalam mendapatkan keuntungan.
Pada umumnya, spread emas batangan tidak lebih dari 10 persen. Nilai spread emas fisik lainnya pun tidak lebih dari 5 persen. Dengan begitu, produsen ataupun agen penjualan emas tidak dapat mengatur kenaikan harga tanpa alasan yang pasti.
Spread harga emas berdampak secara langsung pada potensi untung maupun risiko kerugian. Bagi para investor yang berinvestasi jangka panjang, nilai spread ini mungkin tidak terlalu substansial.
Investor cenderung lebih berfokus pada peningkatan harga dalam jangka panjang. Adapun beberapa dampak spreademas adalah sebagai berikut:
Spread emas dapat memberikan dampak negatif, yakni meningkatkan risiko kerugian. Hal ini bisa terjadi apabila penjualan emas dilakukan saat harganya sedang turun atau bahkan tidak bergerak secara signifikan. Akibatnya, jumlah nilai spreadjauh lebih besar.
Tingkat kemudahan pencairan emas dipengaruhi oleh tinggi rendahnya spread. Jika nilai spreadterlalu tinggi atau besar, investor mungkin akan berpikir dua kali untuk menjual emas.
Apabila terlalu dipaksakan, investor justru bisa terjebak dalam instrumen investasi yang tidak dapat segera dicairkan menjadi uang tunai, terutama ketika membutuhkan dana cepat.
Berbeda dengan aset lain, jumlah spreademaslebih besar dapat membuat investasi dinilai kurang menguntungkan pada beberapa kasus.
Saat spreadtinggi, sebaiknya nilainya perlu diseimbangkan terlebih dahulu sambil menunggu kenaikan harga emas. Tujuannya adalah agar investor bisa mendapatkan profit.
Jika ingin mengetahui besar spreademas, investor dapat melakukan hitungan sendiri menggunakan rumus tertentu. Adapun rumus dan contohnya adalah sebagai berikut:
Spread Emas = Harga Beli Emas - Harga Jual Emas
Contoh:
Ani membeli emas seharga Rp1.000.000/gram. Di sisi lain, harga buybackemas tersebut adalah Rp950.000/gram. Berapakah nilai spreademas?
Jawab:
Spread Emas = Harga Beli Emas - Harga Jual Emas
= Rp1.000.000 - Rp950.000
= Rp50.000
Jadi, besaran nilai spread emas adalah Rp50.000/gram. Jika dihitung dalam persentase, maka nilainya adalah 5% dari harga beli. (*)
Editor: Yulian Saputra
Page: 1 2
Poin Penting IHSG dibuka flat melemah di level 8.122,01 pada perdagangan Selasa (4/2), dengan nilai… Read More
Poin Penting Rupiah melemah tipis pada awal perdagangan Rabu (4/2/2026), dibuka di level Rp16.762 per… Read More
Poin Penting Harga emas Galeri24 dan UBS di Pegadaian melanjutkan tren penurunan pada Rabu (4/2/2026),… Read More
Poin Penting IHSG diprediksi bergerak variatif cenderung menguat dengan area support 7.715–7.920 dan resistance 8.325–8.530,… Read More
Poin Penting Rencana demutualisasi BEI yang ditargetkan rampung kuartal I 2026 dinilai terlalu agresif dan… Read More
Poin Penting DPR menilai konten digital berjudul sensasional menjadi pintu masuk masyarakat ke praktik judi… Read More