Poin Penting
- ESDM memastikan stok BBM nasional aman dengan ketahanan mencapai 27–28 hari, di atas batas minimum regulasi 21 hari.
- Pemerintah melakukan evaluasi efisiensi energi, termasuk penggunaan BBM untuk pembangkit listrik dan pemanfaatan gas.
- Pertamina mengaktifkan satgas Ramadan–Lebaran serta menyiapkan layanan tambahan untuk menjamin pasokan BBM di jalur mudik.
Jakarta – Kementerian ESDM memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) nasional berada dalam kondisi aman menjelang arus mudik Lebaran 2026. ESDM menyebut ketahanan stok BBM nasional saat ini mencapai sekitar 27 hingga 28 hari, sehingga dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode Ramadan hingga Lebaran.
Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, mengatakan stok BBM nasional saat ini berada jauh di atas batas minimum yang ditetapkan dalam regulasi.
“Secara nasional, pasokan BBM juga berada jauh di atas batasan minimum. Rata-rata ketahanan stok nasional berada di kisaran 27 hingga 28 hari, sementara cadangan minimum yang diatur dalam regulasi sekitar 21 hari,” kata Yuliot di Bandung, dikutip Antara, Senin (16/3/2026).
Baca juga: YLKI Yakin Satgas Ramadan Pertamina Mampu Jaga Pasokan BBM dan LPG saat Mudik Lebaran 2026
ESDM Evaluasi Efisiensi Energi Nasional
Selain memastikan ketersediaan energi, ESDM juga tengah melakukan evaluasi terkait efisiensi penggunaan energi di berbagai sektor. Langkah ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto mengenai optimalisasi pemanfaatan energi nasional.
Evaluasi tersebut mencakup penggunaan BBM untuk pembangkit listrik hingga pemanfaatan gas sebagai sumber energi alternatif. Pemerintah juga menilai operasional sektor-sektor strategis untuk memastikan konsumsi energi dapat lebih efisien.
Layanan Energi Disiapkan di Jalur Mudik
Kementerian ESDM juga memberi perhatian khusus pada ketersediaan energi di jalur utama mudik Lebaran, baik di ruas jalan tol maupun akses menuju destinasi wisata dan daerah tujuan pemudik.
“Antisipasi yang dilakukan antara lain menyiapkan tangki-tangki di beberapa daerah tertentu serta layanan tambahan seperti motoris dan layanan mobile lainnya yang disiapkan oleh Pertamina,” ujar Yuliot.
Sementara itu, Wakil Direktur Pertamina Patra Niaga, Taufik Aditiyawarman, memastikan pihaknya menjaga ketersediaan BBM dan LPG sesuai ketentuan stok minimum nasional yang ditetapkan pemerintah.
Menurutnya, perusahaan telah mengaktifkan satuan tugas (satgas) Ramadan dan Idulfitri sejak 9 Maret 2026 untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan energi masyarakat.
Baca juga: Pertamina Pastikan Stok BBM Aman, Masyarakat Diminta Tidak Panic Buying
Ia juga menjelaskan bahwa koordinasi dilakukan dengan berbagai pihak, termasuk kepolisian dan posko nasional ESDM, serta antar terminal distribusi BBM untuk memastikan pasokan dapat saling mendukung apabila terjadi kekurangan di suatu wilayah.
“Dalam kondisi apa pun kami akan merespons untuk memastikan ketersediaan BBM di masyarakat tetap terjaga. Kami juga menyiapkan layanan tambahan seperti motoris, modular, serta mobil tangki BBM,” kata Taufik. (*)
Editor: Galih Pratama










