Dukung Perluasan Pasar, BCA Jadi Mitra Distribusi SBSN ST-003
Jakarta – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mengaku akan menaikan suku bunga depositonya pada tahun ini, hal tersebut seiring dengan naiknya suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) 7 day reverse repo rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 4,50 persen.
Hal tersebut disampaikan oleh Direktur BCA Suwignyo Budiman pada sela-sela buka bersama dengan media di Hotel Kempinski Jakarta. Dirinya menyebut kenaikan tersebut sudah tepat.
“Kita hari ini tadi baru rapat dan kita udah mulai menaikkan deposito 0,25 persen dan penerapan mulai 1 Juni 2018 lah” kata Suwignyo di hotel Kempinski Jakarta, Senin 28 Mei 2018.
Suwignyo juga mengatakan, kebijakan kenaikan suku bunga deposito tersebut guna mengantisipasi terbukanya ruang kenaikan suku bunga acuan pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) tambahan yang akan digelar pada Rabu, 30 Mei mendatang.
Baca juga: BI Gelar RDG Tambahan, Ini Pendapat BCA
“Kita mengantisipasi karena kan bunga acuannya naik, semuanya kan trennya naik jadi deposito kita sedikit naik. Namun likuiditas sih BCA masih bagus, tapi kan kita mengantisipasi aja, trennya naik ya naik,” jelas Suwignyo.
Sebagai informasi, dari laman resmi BCA dicantumkan untuk deposito kurang dari Rp 2 miliar diberikan bunga 4% untuk tenor 1 bulan, kemudian 4,25% untuk tenor 3,6 dan 12 bulan.
Sementara berdasarkan data Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), rata-rata bunga deposito rupiah bank benchmark mencapai 5,38% per April 2018. Angka ini turun 1 bps dibandingkan posisi akhir Maret 2018. (*)
Poin Penting GoPay kini bisa tarik tunai tanpa kartu di seluruh ATM BRI dan Bank… Read More
Poin Penting BRI Kanwil Jakarta II menambah kuota mudik gratis menjadi 2.750 pemudik dengan 55… Read More
Poin Penting BRI Life menghadirkan asuransi digital MODI-MOtraveling untuk melindungi pemudik Lebaran 2026 dari risiko… Read More
Poin Penting Adira Finance memberangkatkan 300 pemudik dari Jabodetabek menuju Solo dan Yogyakarta melalui program… Read More
Poin Penting Bank Indonesia membeli Surat Berharga Negara (SBN) Rp86,16 triliun hingga 16 Maret 2026,… Read More
Poin Penting BI menegaskan tidak membatasi transaksi valuta asing, tetapi memperketat kewajiban dokumen underlying untuk… Read More