Ibu-ibu tengah menyiapkan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). (Foto: Istimewa)
Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memperkirakan anggaran program unggulan Presiden Prabowo Subianto, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG), akan menyentuh Rp240 triliun pada 2026.
Sri Mulyani menjelaskan, Presiden Prabowo menargetkan penerima MBG pada 2026 mencapai 82,9 juta orang, mencakup dari siswa, ibu hamil, dan balita. Karena itu, besaran anggaran Rp240 triliun disusun dengan mempertimbangkan jumlah penerima manfaat.
“Kalau kita lihat dari sisi outlook anggaran dari mulai Rp71 triliun ke Rp116 triliun atau bahkan kalau keseluruhan program mungkin bisa mencapai Rp240 triliun atau dalam hal ini cukup siginfikan dalam porsi belanja pemerintah,” kata Sri Mulyani dalam Rapat Kerja bersama Badan Anggaran DPR RI, dikutip, Rabu, 2 Juli 2025.
Baca juga: Sri Mulyani Minta Restu DPR Pakai SAL Rp85,6 Triliun untuk Tambal Defisit APBN
Target jumlah satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) pada 2026 tidak berubah dari tahun sebelumnya, yakni sebanyak 30.000 unit, dengan target penerima manfaat tetap di angka 82,9 juta orang.
Adapun hingga semester I 2025, realisasi angaran MBG baru mencapai 7,1 persen dari target dalam APBN 2025 yang sebesar Rp71 triliun. Jumlah penerima manfaat tercatat baru mencapai 5,58 juta orang.
“Dari sisi realisasi anggaran adalah Rp5 triliun atau dalam hal ini baru 7,1 persen dari Rp71 triliun yang ada di dalam APBN Kita,” jelasnya.
Baca juga: Klarifikasi BGN Soal Menu MBG Berupa Bahan Mentah di Tangsel
Sri Mulyani juga menyebut hingga bulan keenam 2025, telah terdapat 1.863 titik SPPG yang beroperasi di berbagai wilayah Indonesia. (*)
Editor: Yulian Saputra
Oleh Rahma Gafmi, Guru Besar Universitas Airlangga TEPAT 8 Januari 2026 akhirnya pemerintah melakukan konferensi… Read More
Poin Penting OJK menyetujui pencabutan izin usaha pindar Maucash milik Astra secara sukarela, mengakhiri operasional… Read More
Poin Penting OJK membentuk Direktorat Pengawasan Perbankan Digital yang efektif sejak 1 Januari 2026 untuk… Read More
Poin Penting Infobank melalui birI memperbaiki perhitungan Loan at Risk (LAR) agar sesuai dengan ketentuan… Read More
Poin Penting OJK memproyeksikan kinerja perbankan tetap solid pada 2026, ditopang pertumbuhan kredit, DPK, kualitas… Read More
Oleh Junaedy Gani DARI waktu ke waktu muncul aspirasi tentang keberadaan sebuah Sovereign Wealth Fund… Read More