IHSG hari ini ditutup di zona hijau/istimewa
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Jumat, 16 Mei 2025, pagi tadi, kembali dibuka dengan melanjutkan penguatannya ke level 7.091,85 dari posisi 7.040,16 atau naik 0,73 persen.
Founder Stocknow.id, Hendra Wardana, mengatakan bahwa, hal itu ditopang oleh mencairnya ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan China yang memberi angin segar bagi pasar global, termasuk Indonesia.
“Pelaku pasar menyambut baik kesepakatan kedua negara tersebut, yang dianggap akan menstabilkan rantai pasok dunia, memperkuat arus perdagangan, serta mengurangi ketidakpastian geopolitik yang sempat membayangi kinerja aset berisiko,” ujar Hendra kepada Infobanknews, dikutip pada Jumat, 16 Mei 2025.
Baca juga: IHSG Kembali Dibuka Hijau ke Level 7.091
Ia menyebut, sektor perbankan menjadi salah satu motor penggerak utama IHSG. Hal ini tecermin dari aliran dana asing yang mencatatkan net buy hampir Rp4 triliun dalam dua hari terakhir, dengan saham-saham perbankan besar seperti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi tujuan utama akumulasi.
“Hal ini menandakan kepercayaan investor global terhadap daya tahan sektor keuangan domestik, khususnya dalam mengantisipasi ketidakpastian global dan peluang pertumbuhan kredit dalam negeri,” imbuhnya.
Oleh karena itu, rekomendasi saham yang bisa dicermati di tengah pulihnya sentimen pasar dan derasnya aliran dana asing adalah BBRI yang direkomendasikan trading buy dengan target Rp4.400, didukung kuatnya fundamental sektor perbankan dan inflow asing yang besar.
Baca juga: IHSG Berpotensi Lanjut Menguat, Cermati 4 Rekomendasi Saham Berikut
Adapun aliran dana investor asing juga terlihat kembali masuk ke Indonesia yang tecermin dari Net Foreign Buy pada perdagangan Kamis, 15 Mei 2025, tercatat senilai Rp1,65 triliun.
Di mana, lima saham terbanyak yang diborong oleh investor asing berdasarkan data Philip Sekuritas Indonesia, antara lain, BBRI Rp909,97 miliar, BMRI Rp498,38 miliar, ANTM Rp250,93 miliar, BBNI Rp96,61 miliar, dan BBCA Rp64,37 miliar.
Net foreign buy itu kembali berlanjut setelah sehari sebelumnya investor asing juga telah kembali mengalir deras ke Indonesia mencapai Rp2,80 triliun, yang mana angka tersebut menjadi net buy tertinggi dalam dua tahun terakhir.
Hal tersebut menunjukkan bahwa kepercayaan pasar global kepada pasar saham Indonesia mulai membaik setelah IHSG mengalami keadaan yang sangat volatil di kuartal I 2025. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting Rencana demutualisasi BEI yang ditargetkan rampung kuartal I 2026 dinilai terlalu agresif dan… Read More
Poin Penting DPR menilai konten digital berjudul sensasional menjadi pintu masuk masyarakat ke praktik judi… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya memproyeksikan anggaran program gentengisasi sekitar Rp1 triliun, bersumber dari dana cadangan… Read More
Poin Penting Bank BPD Bali mencatat laba bersih Rp1,10 triliun (tumbuh 25,39 persen yoy), aset… Read More
By: Eko B. Supriyanto, Editor-in-Chief of Infobank Three commissioners of the Financial Services Authority (OJK)… Read More
Poin Penting Danantara menyatakan dukungan penuh terhadap reformasi pasar modal yang digulirkan OJK, termasuk kebijakan… Read More