Market Update

Analis: Rupiah Tertekan, Ketidakpastian Masih Tinggi

Jakarta–Nilai tukar rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) masih dibayangi oleh ketidakpastian yang tinggi. Hal ini telah menyebabkan pergerakan rupiah tertekan, lantaran faktor global maupun domestik.

Demikian pernyataan tersebut seperti disampaikan oleh Analis PT Samuel Sekuritas Indonesia, Rangga Cipta dalam risetnya, di Jakarta, Rabu, 23 November 2016. Menurutnya, rupiah diperkirakan masih tertekan, dimana pada perdagangan sebelumnya rupiah juga ditutup melamah.

(Baca juga : Rupiah Kembali Berpeluang Melemah)

“Laju rupiah yang sempat menguat akhirnya ditutup melemah di perdagangan Selasa sejalan dengan pelemahan SUN (Surat Utang Negara) serta penguatan dolar di Asia,” ujar Rangga.

(Selanjutnya : Ungkapan Rangga Cipta)

Page: 1 2

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

Catat Kinerja Solid di 2025, Tugu Insurance Terus Memperkuat Fundamental Bisnis

Tugu Insurance/TUGU telah mencatatkan kinerja solid sepanjang tahun buku 2025 dengan membukukan laba bersih sebesar… Read More

7 hours ago

Purbaya Pertimbangkan Barter Geo Dipa untuk Akuisisi PNM

Poin Penting Kemenkeu mempertimbangkan skema pertukaran PNM dengan Geo Dipa untuk memperkuat penyaluran KUR. Fokus… Read More

7 hours ago

Resmi! BRI Bagikan Dividen Rp52,1 Triliun, Cek Nilai per Sahamnya

Poin Penting BRI membagikan dividen tunai Rp52,1 triliun atau Rp346 per saham untuk Tahun Buku… Read More

7 hours ago

Tren Kinerja Positif, Bank Banten Kelola RKUD Pemkab Serang

Dengan tren pencapaian kinerja perusahaan yang gemilang hingga Tahun 2025, Bank Banten berhasil dipercaya dan… Read More

7 hours ago

Ahli Tegaskan Kasus Sritex Bukan Korupsi, Eks Dirut Bank Jateng Dinilai Tak Layak Dipidana

Poin Penting Dua ahli hukum menilai kasus kredit macet Sritex merupakan ranah perdata dan risiko… Read More

7 hours ago

OJK Siapkan Aturan Baru RBB, Begini Respons Purbaya

Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mendukung rencana OJK menyesuaikan RBB agar perbankan lebih… Read More

9 hours ago