Lebih lanjut dia mengungkapkan, seharusnya pergerakan rupiah bisa stabil dan berlanjut meski untuk jangka pendek. Kondisi tersebut, kata dia, sejalan dengan masih terasanya stabilitas yang lebih baik di pasar keuangan global belakangan ini.
“Stabilitas yang lebih baik di pasar keuangan global, sehingga koreksi atas shock seharusnya bisa berlanjut dalam jangka pendek,” ucap Rangga. (Baja juga : Analis Ruang Penguatan Rupiah Tetap Tersedia)
Sementara fokus domestik saat ini, jelas dia, pelaku pasar lebih tertuju pada kondisi stabilitas politik di dalam negeri jelang Pemilihan Gubernur DKI Jakarta yang akan di selenggarakan pada Februari tahun depan. Hal tersebut, juga membuat ketidakpastian di pasar keuangan.
“Pemeriksaan Ahok (Cagub DKI Jakarta) serta rencana demonstrasi pada 2 Desember 2016 menjaga ketidakpastian tetap tinggi,” tutup Rangga. (*)
Editor: Paulus Yoga
Page: 1 2
Poin Penting Kolaborasi budaya–bisnis: Ajang Meet and Greet Miss Japan 2026 jadi momentum networking Indonesia–Jepang,… Read More
Poin Penting LPEI membukukan laba bersih Rp252 miliar pada 2025, naik 8 persen yoy, ditopang… Read More
Poin Penting Transaksi ilegal global capai USD158 miliar pada 2025, naik 145 persen. OJK perkuat… Read More
Poin Penting IAI bentuk ISRF untuk memperkuat ekosistem dan standar pelaporan keberlanjutan Dipimpin Ignasius Jonan,… Read More
Poin Penting BRI Insurance salurkan bantuan Rp230 juta untuk korban bencana di Pidie Jaya (Aceh)… Read More
Poin Penting BI mencatat pangsa kredit UMKM terhadap total kredit perbankan turun menjadi 17,49% pada… Read More