Lebih lanjut dia mengungkapkan, seharusnya pergerakan rupiah bisa stabil dan berlanjut meski untuk jangka pendek. Kondisi tersebut, kata dia, sejalan dengan masih terasanya stabilitas yang lebih baik di pasar keuangan global belakangan ini.
“Stabilitas yang lebih baik di pasar keuangan global, sehingga koreksi atas shock seharusnya bisa berlanjut dalam jangka pendek,” ucap Rangga. (Baja juga : Analis Ruang Penguatan Rupiah Tetap Tersedia)
Sementara fokus domestik saat ini, jelas dia, pelaku pasar lebih tertuju pada kondisi stabilitas politik di dalam negeri jelang Pemilihan Gubernur DKI Jakarta yang akan di selenggarakan pada Februari tahun depan. Hal tersebut, juga membuat ketidakpastian di pasar keuangan.
“Pemeriksaan Ahok (Cagub DKI Jakarta) serta rencana demonstrasi pada 2 Desember 2016 menjaga ketidakpastian tetap tinggi,” tutup Rangga. (*)
Editor: Paulus Yoga
Page: 1 2
Poin Penting Bank BPD Bali mencatat modal inti Rp5,7 triliun dan menargetkan naik kelas ke… Read More
Poin Penting Adapundi menolak putusan KPPU karena dinilai tidak mencerminkan kondisi dan regulasi industri fintech… Read More
PT ALTO Network meluncurkan dua layanan digital terbaru, yaitu Askara Connect dan Askara Collab, untuk… Read More
Poin Penting Hijrah finansial sebagai transformasi menyeluruh, bukan sekadar pindah produk keuangan, tetapi perubahan cara… Read More
Poin Penting Saham BBCA turun sekitar 19 perse ytd, sejalan pelemahan IHSG, namun dinilai sebagai… Read More
Poin Penting KCIC mengecam penumpang yang menahan pintu Whoosh di Padalarang karena melanggar aturan dan… Read More