Keuangan

Allianz Syariah dan SMBC Indonesia Luncurkan Guardia RENCANA Syariah, Ini Keuntungannya

Jakarta – PT Asuransi Allianz Life Syariah Indonesia (Allianz Syariah) dengan PT Bank SMBC Indonesia Tbk yang sebelumnya Bank BTPN, menjalin kerja sama meluncurkan produk asuransi jiwa syariah tradisional, yakni Guardia RENCANA Syariah.

Direktur Utama Allianz Life Syariah Indonesia, Achmad K. Permana, menyadari bahwa tingkat penetrasi asuransi di Indonesia masih berada di kisaran kurang dari 3 persen dan hal ini merupakan kesempatan baik untuk mendorong penetrasi asuransi syariah sekaligus pemenuhan kebutuhan perlindungan yang lebih spesifik melalui jalur distribusi bancassurance.

Baca juga: OJK Beberkan Update Soal 4 Asuransi Bermasalah

“Dengan semangat berbagi kebaikan yang menguatkan, kami akan terus menjadi penyedia solusi dan layanan asuransi jiwa yang terbuka untuk setiap orang (universal) dan sesuai dengan nilai syariah dan nilai kebaikan,” ucap Permana dalam keterangan resmi dikutip, 7 November 2024.

Sementara, Wakil Direktur Utama SMBC Indonesia, Darmadi Sutanto, menambahkan, SMBC Indonesia senantiasa berkomitmen untuk memberikan solusi keuangan yang inovatif dan komprehensif yang diterapkan pada portfolio produk investasi dan asuransi untuk para nasabah SMBC.

“Kami melihat bahwa Allianz Syariah dapat memenuhi kebutuhan nasabah kami akan opsi produk syariah yang dapat memberikan perlindungan rencana finansial di masa depan,” ujar Darmadi dalam kesempatan yang sama.

Manfaat Guardia RENCANA Syariah

Adapun, produk Guardia RENCANA Syariah dirancang dengan masa asuransi selama 18 tahun dan dengan pembayaran kontribusi berkala selama delapan tahun polis pertama untuk solusi dukungan rencana finansial di masa depan, termasuk untuk warisan.

Dengan beragam keunggulan fitur di dalamnya, Guardia RENCANA Syariah memberikan kemudahan kepada peserta untuk melakukan pengajuan polis hanya dengan pernyataan kesehatan tanpa pemeriksaan medis untuk memperoleh santunan asuransi yang maksimal, ketika peserta meninggal dunia atau meninggal dunia yang diakibatkan kecelakaan.

Penerima manfaat akan menerima manfaat tunai sebesar 105 persen dari keseluruhan kontribusi yang dibayarkan. Tidak hanya itu, penerima manfaat berhak mendapat tambahan saldo tabungan (yang tersedia saat itu) jika pihak yang diasuransikan meninggal dunia dalam waktu dua tahun.

Apabila pihak yang diasuransikan meninggal dunia setelah dua tahun, terdapat santunan asuransi sebesar 100 persen dan manfaat pembebasan pembayaran kontribusi, jika klaim atas manfaat pembebasan kontribusi telah disetujui sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.

Baca juga: Bukan Unitlink, Ternyata Produk Ini Penyumbang Premi Terbesar Asuransi Jiwa

Tidak hanya itu, tersedia manfaat tahapan RENCANA dengan dua pilihan, salah satunya penerima manfaat akan mendapatkan manfaat tunai di akhir tahun polis ke-11 yang diambil dari nilai saldo tabungan yang tersedia (total dari bagian kontribusi yang dialokasikan dan diinvestasikan oleh Allianz) apabila pihak yang diasuransikan meninggal dunia atau meninggal diakibatkan kecelakaan setelah dua tahun.

Selain itu, terdapat pilihan tahapan RENCANA apabila yang diasuransikan masih hidup sampai tanggal akhir asuransi, di mana peserta akan memperoleh nilai saldo tabungan yang tersedia di akhir tahun polis ke-11 dan perolehan 60 persen dari santunan asuransi pada akhir tahun polis ke-18.

“Kami harap, kerja sama yang diresmikan pada hari ini dapat memberikan makna positif bagi seluruh pihak, baik bagi SMBC Indonesia, Allianz Syariah, dan khususnya bagi para nasabah SMBC Indonesia,” tutup Darmadi. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Konsistensi Fundamental, Tugu Insurance Catat Laba Rp711 Miliar di 2025

Poin Penting Tugu Insurance mencatat laba Rp711,06 miliar di 2025, meningkat dari Rp401,57 miliar (restated).… Read More

1 hour ago

Melonjak 96 Persen, Transaksi di ICDX Tembus Rp12.477 T pada Kuartal I 2026

Poin Penting Notional value transaksi ICDX mencapai Rp12.477 triliun pada kuartal I 2026, melonjak 96%… Read More

7 hours ago

OJK Buka Daftar Saham yang Dikuasai Segelintir Pihak ke Publik

Poin Penting OJK mulai membuka informasi saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (high shareholding concentration) di… Read More

7 hours ago

AAUI Beberkan Kendala Asuransi Umum Penuhi Kebutuhan Modal

Poin Penting AAUI menyebut industri kesulitan memenuhi modal minimum tahap I 2026. Minat pemegang saham… Read More

7 hours ago

KB Bank (BBKP) Balik Laba Rp66,59 Miliar di 2025, Ini Penopangnya

Poin Penting KB Bank balik laba Rp66,59 miliar di 2025 dari rugi Rp6,33 triliun pada… Read More

18 hours ago

Bank Mandiri Terbitkan Global Bond Pertama di Asia Tenggara Senilai USD750 Juta

Poin Penting Bank Mandiri terbitkan global bond USD750 juta dengan kupon 5,25% dan tenor 5… Read More

18 hours ago