Moneter dan Fiskal

Aliran Modal Asing Masuk RI Rp1,44 Triliun pada Awal 2026

Poin Penting

  • Aliran modal asing masuk Rp1,44 triliun di awal Januari 2026, mayoritas mengalir ke pasar saham dan SRBI, sementara SBN mengalami net outflow.
  • Premi risiko (CDS) Indonesia 5 tahun naik ke 69,57 bps, menandakan sedikit peningkatan risiko investor.
  • Nilai tukar rupiah stabil di Rp16.785–16.815 per USD, yield SBN 10 tahun naik ke 6,15%, DXY menguat ke 98,93, dan yield UST 10 tahun turun ke 4,167%.

Jakarta – Bank Indonesia (BI) mencatat pada awal Januari 2026, aliran modal asing masuk atau capital inflow ke Indonesia senilai Rp1,44 triliun.

Berdasarkan data transaksi yang dihimpun BI periode 5 hingga 8 Januari 2026, nonresiden di pasar keuangan domestik tercatat beli neto Rp1,44 triliun.

Aliran modal asing pada minggu pertama Januari 2026, mencatatkan aliran modal asing masuk di pasar saham dan Sekuritas di Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). Sementara, Surat Berharga Negara (SBN) mencatatkan aliran modal keluar.

“Terdiri dari beli neto sebesar Rp1,78 triliun di pasar saham dan  Rp1,04 triliun di Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), serta jual neto sebesar Rp1,38 triliun di pasar SBN.,” kata Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso dalam keterangan resminya.

Baca juga: OJK Tegaskan Arah UUS Asuransi: Spin Off atau Kembalikan Izin

Sementara itu, premi risiko investasi atau premi credit default swaps (CDS) Indonesia 5 tahun naik ke level 69,57 bps per 8 Januari 2026, dibandingkan dengan 67,62 bps per 2 Januari 2026.

Dengan demikian, selama tahun 2026, berdasarkan data setelmen sampai dengan 8 Januari 2026, nonresiden tercatat beli neto sebesar Rp3,85 triliun di pasar saham, Rp3,23 triliun di pasar SBN, dan Rp0,26 triliun di SRBI.

Perkembangan Nilai Tukar dan Yield SBN

Selain itu, BI juga melaporkan perkembangan nilai tukar 5 sampai 9 Januari 2026. Tercatat, nilai tukar per Kamis (8/1), rupiah ditutup di level (bid) Rp16.785 per dolar AS, dan dibuka pada level (bid) Rp16.815 per dolar AS pada Jumat (9/1).

Baca juga: Menimbang Prospek Perekonomian Global 2026

Lalu, yield SBN (Surat Berharga Negara) 10 tahun naik ke level 6,05 persen pada Kamis (8/1) dan naik ke level 6,15 persen pada Jumat (9/1).

Sementara untuk indeks dolar (DXY) menguat ke level 98,93 dan yield UST (US Treasury) dengan tenor 10 tahun turun ke level 4,167 persen. (*)

Editor: Yulian Saputra

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Jelang Idul Fitri 1447 H, BSN Bagikan Ratusan Sembako

BSN bersinergi dengan Forum Wartawan BSN menggelar kegiatan sosial bertajuk “Ramadan Berkah, Sinergi BSN dan… Read More

1 hour ago

Bank Mandiri Taspen Turut Serta Lepas Mudik Bersama Keluarga Besar Kemenko Kumham Imipas

Program CSR mudik bersama ini diikuti oleh sekitar 400 peserta sebagai bentuk dukungan pemerintah dan… Read More

1 hour ago

BTN Beberkan Tiga Pilar Transformasi Layanan, Apa Saja?

Poin Penting PT Bank Tabungan Negara (BTN) Tbk tengah mengakselerasi transformasi besar-besaran di lini operasionalnya… Read More

5 hours ago

Jangan Sampai Boncos, Perencana Keuangan Ungkap 3 Prinsip Utama Kelola THR

Poin Penting PT Bank Aladin Syariah Tbk bekerja sama dengan financial planner Ayu Sara Herlia… Read More

10 hours ago

Industri Asuransi Jiwa Sudah Bayar Klaim Korban Bencana Sumatra Rp2,6 Miliar

Poin Penting Industri asuransi jiwa telah menyalurkan klaim sekitar Rp2,6 miliar kepada korban bencana di… Read More

14 hours ago

Investasi Asuransi Jiwa Tembus Rp590,54 Triliun, Mayoritas Parkir di SBN

Poin Penting AAJI mencatat industri asuransi jiwa mencatat total investasi Rp590,54 triliun pada 2025, naik… Read More

14 hours ago