Ilustrasi: Pergerakan pasar saham. (Foto: Erman Subekti)
Jakarta – Aliran dana investor asing kembali masuk ke pasar modal Indonesia. Berdasarkan data perdagangan Selasa, 22 April 2025, nilai Net Foreign Buy tercatat mencapai Rp176,00 miliar.
Investor asing tampak memborong saham-saham unggulan, terutama dari sektor perbankan dengan kapitalisasi pasar besar, serta saham emiten pelat merah atau perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Baca juga: Aliran Modal Asing Rp4,25 Trilun Kabur dari RI di Pekan Ketiga Maret 2025
Hal itu tecermin dari lima saham terbanyak yang diborong investor asing, menurut data Philip Sekuritas Indonesia, antara lain:
Penguatan aliran dana asing ini turut sejalan dengan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang ditutup menguat pada level 6.538,26, naik 1,43 persen dari posisi pembukaan di 6.445,96.
Baca juga: Naik 1 Persen Lebih, IHSG Ditutup Melesat ke Level 6.538
Berdasarkan statistik RTI Business tercatat sebanyak 220 saham terkoreksi, 371 saham menguat, dan 210 tetap tidak berubah.
Sebanyak 18,10 miliar saham diperdagangkan dengan 1,09 juta kali frekuensi perpindahan tangan, serta total nilai transaksi tembus Rp9,89 triliun.
Adapun seluruh indeks dalam negeri juga bergerak naik, dengan IDX30 menguat 0,81 persen menjadi 378,06, Sri-Kehati meningkat 0,72 persen menjadi 336,78, LQ45 naik 1,18 persen menjadi 730,31, dan JII menguat 1,42 persen menjadi 441,27. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting Sebanyak 44 penerima beasiswa LPDP dijatuhi sanksi, 8 di antaranya wajib mengembalikan dana… Read More
Poin Penting IHSG sesi I 24 Februari 2026 ditutup melemah 0,26% ke posisi 8.374,66, dari… Read More
Poin Penting Utang luar negeri (ULN) perbankan nasional pada Desember 2025 tercatat USD31,75 miliar, turun… Read More
Poin Penting BGN menegaskan dana bahan baku MBG bukan Rp15.000, melainkan Rp8.000–Rp10.000 per porsi sesuai… Read More
Poin Penting PINTAR BI periode kedua untuk wilayah Jawa dibuka 24 Februari 2026 pukul 08.00… Read More
Poin Penting BI mengimbau penurunan suku bunga kredit, direspons PT Bank Central Asia Tbk (BCA)… Read More