Presiden Sementara Suriah Ahmed al-Sharaa bertemu dengan Pemimpin Qatar di Dhoha (foto: ist)
Jakarta – Arab Saudi dan Qatar resmi mengumumkan bahwa mereka akan melunasi utang negara Suriah kepada Bank Dunia senilai USD15 juta atau sekitar Rp252,9 miliar (kurs Rp16.861).
Langkah ini merupakan bagian dari upaya kedua negara Teluk tersebut untuk membantu membalikkan keadaan ekonomi Suriah yang telah lama dilanda perang.
“Kementerian keuangan di kerajaan Arab Saudi dan negara bagian Qatar bersama-sama mengumumkan komitmen mereka untuk melunasi tunggakan Suriah kepada Grup Bank Dunia, dengan total sekitar USD 15 juta,” tulis pernyataan resmi Pemerintah Arab Saudi, seperti dinukil Al Jazeera, Senin, 28 April 2025.
Pernyataan tersebut muncul hanya beberapa hari setelah gubernur bank sentral dan menteri keuangan Suriah menghadiri pertemuan musim semi Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia untuk pertama kalinya dalam lebih dari 20 tahun.
Baca juga : Ekonomi Sepekan: AS vs China Makin Memanas hingga Utang Luar Negeri RI Turun
Diketahui, Arab Saudi dan Qatar telah memainkan peran penting dalam upaya diplomatik terhadap pemerintah sementara Suriah yang baru, setelah penggulingan Presiden Bashar al-Assad pada bulan Desember.
Bank Dunia sendiri telah menangguhkan operasinya di Suriah setelah dimulainya perang, yang dipicu oleh tindakan keras terhadap protes pro-demokrasi selama Musim Semi Arab pada 2011.
Penyelesaian tunggakan ini akan memungkinkan Suriah untuk melanjutkan akses terhadap dukungan keuangan dan saran teknis dari Bank Dunia.
“Komitmen ini akan membuka jalan bagi Kelompok Bank Dunia untuk melanjutkan dukungan dan operasi di Suriah setelah penangguhan selama lebih dari 14 tahun,” kata pernyataan tersebut.
“Ini juga akan membuka akses Suriah ke dukungan finansial dalam waktu dekat untuk pengembangan sektor-sektor penting.” tambahnya.
Setelah penggulingan Bashar al-Assad pada Desember lalu, Suriah berupaya membangun kembali hubungan diplomatiknya, termasuk dengan lembaga keuangan internasional.
Baca juga : Utang Luar Negeri RI Menurun, Jadi Segini di Februari 2025
Pemerintah yang dipimpin oleh Presiden sementara Ahmed al-Sharaa berharap negara-negara Teluk yang kaya dapat memainkan peran penting dalam membiayai pembangunan kembali infrastruktur Suriah yang rusak akibat perang dan menghidupkan kembali ekonominya.
Awal bulan ini, seorang pejabat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan bahwa otoritas Suriah harus memulai proses pemulihan ekonomi tanpa harus menunggu pencabutan sanksi Barat yang dijatuhkan di bawah pemerintahan al-Assad. (*)
Ediitor: Yulian Saputra
Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More
Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More
Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More
Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More
Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More