Jakarta – Aldiracita Sekuritas Indonesia berhasil meraih penghargaan bergengsi “Best Islamic Finance Sukuk House in Indonesia” dari Alpha SouthEast Asia di Singapura.
Berdasarkan keterangan dari pihak penyelenggara, penghargaan diberikan atas pencapaian Aldiracita Sekuritas Indonesia yang menduduki peringkat pertama dalam hal penjaminan emisi sukuk berdasarkan data LSEG per 6 Mei 2024 yang ditarik setahun ke belakang.
Rudy Utomo, Presiden Direktur Aldiracita Sekuritas Indonesia mengatakan, penghargaan ini adalah bukti nyata dari kerja keras dan dedikasi tim Aldiracita Securitas Indonesia dalam mengembangkan pasar sukuk di Tanah Air.
Baca juga: Indo Premier Sekuritas Rilis Power Fund Series, Berikut Fitur Manfaatnya
“Kami berkomitmen untuk terus memberikan kontribusi positif dalam perkembangan industri pasar modal syariah dan terus memperkuat posisi kami sebagai salah satu perusahaan efek penjamin emisi terbesar di Indonesia,” ujar Rudy dalam keterangan resmi, 10 Juli 2024.
Berdasarkan data Bloomberg, Aldiracita Sekuritas telah berhasil mencatatkan penjaminan emisi obligasi dan sukuk senilai Rp5,5 triliun pada semester pertama 2024, tumbuh sebesar 53 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp3,6 triliun.
Baca juga: Mandiri Sekuritas Tawarkan SBR013, Simak Keuntungannya
Khusus untuk sukuk, Aldiracita Sekuritas telah mencapai Rp754 miliar pada semester pertama 2024, tumbuh 74 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sejumlah Rp433 miliar.
Tren pertumbuhan penerbitan sukuk dapat terlihat dalam 5 tahun terakhir. Dalam laporan Statistik Sukuk Syariah yang dikeluarkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), jumlah nilai akumulasi penerbitan Sukuk Korporasi melalui penawaran umum telah mencapai Rp471 triliun, meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan tahun pada 2019 yang sebesar Rp232 triliun. (*)
Pada ajang tersebut, CIMB Niaga meraih tiga penghargaan, masing-masing pada kategori Produk Wealth Management untuk… Read More
Poin Penting Tugu Insurance mencatat laba Rp711,06 miliar di 2025, meningkat dari Rp401,57 miliar (restated).… Read More
Poin Penting Notional value transaksi ICDX mencapai Rp12.477 triliun pada kuartal I 2026, melonjak 96%… Read More
Poin Penting OJK mulai membuka informasi saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (high shareholding concentration) di… Read More
Poin Penting AAUI menyebut industri kesulitan memenuhi modal minimum tahap I 2026. Minat pemegang saham… Read More
Poin Penting KB Bank balik laba Rp66,59 miliar di 2025 dari rugi Rp6,33 triliun pada… Read More