Ajaib Sekuritas Proyeksikan IHSG Pada Rentang 7.000-7.200 di 2023

Ajaib Sekuritas Proyeksikan IHSG Pada Rentang 7.000-7.200 di 2023

IHSG
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on email
Share on linkedin

Jakarta – Ajaib Sekuritas memproyeksikan indeks harga saham gabungan (IHSG) masih akan bergerak di atas level 7.000-7.200 di tahun 2023. Performa IHSG tersebut juga akan didukung oleh sentimen pesta demokrasi yang akan digelar pada tahun 2024.

“Kami melihat IHSG berpotensi bergerak di atas level 7.000-7.200 di tahun 2023,” ucap Tim Riset Financial Expert Ajaib Sekuritas dalam Market Outlook 2023 dikutip, 13 Januari 2023.

Karena secara historis, performa IHSG selama satu tahun terakhir menjelang pemilihan umum (pemilu) presiden dalam tiga tahun terakhir sebagian besar ditutup menguat, terlihat pada pemilu periode 2009, 2014 dan 2019 yang mengalami penguatan masing-masing 13,2%, 10,9% dan 7,7%.

Tidak hanya itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tercatat masih cukup solid di tahun 2022 juga akan mendukung performa IHSG tersebut, dimana hingga kuartal III-2022 Indonesia masih mencatatkan pertumbuhan ekonomi hingga sebesar 5,72%.

Selain itu, pertumbuhan ekonomi di tahun 2023 diproyeksikan masih akan ditopang oleh meningkatnya mobilitas masyarakat seiring penghapusan PPKM secara nasional, sehingga daya beli masih dapat terjaga.

Iklim investasi juga diprediksi membaik sejalan dengan diterbitkannya Perppu No.2 tahun 2022 tentang Cipta Kerja. Peraturan ini disinyalir memberikan percepatan investasi baik penanaman modal dalam negeri (PMDN) maupun penanaman modal asing (PMA).

Sedangkan, dari sentimen global kembali dengan dibukanya aktivitas ekonomi China juga menjadi booster bagi peningkatan ekonomi domestik. Pasalnya kinerja ekspor akan lebih tangguh, sehingga surplus neraca perdagangan dan surplus transaksi berjalan dapat berlanjut.

Adapun, hal tersebut dapat menjadi pisau bermata dua bagi Indonesia karena memicu capital outflow di pasar keuangan, mengingat ekonomi China yang berangsur pulih menjadi daya tarik bagi investor asing. Pada akhirnya Indonesia berpotensi kembali mengalami defisit transaksi modal seperti pada kuartal-III tahun 2022. (*)

Editor: Rezkiana Nisaputra

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Berita Pilihan

Segera Daftarkan Diri Anda Menjadi Kontributor di

Silahkan isi Form di bawah ini

[ultimatemember form_id=”1287″]