Poin Penting
- Ajaib akan bertemu Menko Perekonomian Airlangga Hartarto untuk mendorong dukungan Pemerintah terhadap kemajuan pasar modal Indonesia
- Ajaib meminta penguatan program edukasi finansial bagi generasi muda, mengingat hampir 80 persen penggunanya merupakan investor muda dan pemula
- Reformasi pasar modal dinilai membuka peluang Indonesia naik dari jajaran 15 besar menjadi lima besar pasar modal global.
Jakarta – Ajaib mendorong Pemerintah untuk memperkuat dukungan terhadap pengembangan pasar modal Indonesia, khususnya melalui perluasan program edukasi finansial bagi generasi muda.
Komisaris Utama Ajaib, Andi Gani Nani Wea, mengatakan pihaknya akan berdiskusi dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pada pekan ini. Pertemuan tersebut akan membahas langkah Pemerintah dalam mendukung kemajuan pasar saham Indonesia.
Salah satu agenda yang akan didorong Ajaib adalah peningkatan dukungan Pemerintah terhadap program edukasi finansial, terutama bagi kalangan generasi muda yang kini semakin aktif masuk ke pasar investasi.
Baca juga: Ajaib Kantongi Investasi Rp4,8 Triliun dari SBI Holdings
“Kalau kita mencoba meminta pada Pemerintah untuk lebih mendukung program-program edukasi finansial untuk para generasi muda. Karena hampir 80 persen pengguna kami adalah anak muda, para pemula,” ucap Andi dalam Konferensi Pers di Jakarta, 31 Agustus 2026.
Andi menambahkan, Ajaib tidak hanya memberikan edukasi kepada investor yang telah memiliki pengalaman di pasar modal. Platform investasi tersebut juga melakukan pendampingan terhadap investor pemula yang memulai perjalanan investasinya dari nominal kecil hingga berkembang.
Saat ini, jumlah pengguna Ajaib telah mencapai sekitar tujuh juta pengguna. Mayoritas di antaranya merupakan investor ritel, dengan dominasi generasi muda dan investor pemula.
Di sisi lain, Co-Founder dan CEO Ajaib, Anderson, menilai reformasi pasar modal yang dilakukan regulator, yakni Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI), memberikan dampak positif terhadap upaya menciptakan pasar modal yang lebih transparan dan kredibel.
“Yaitu mungkin dari segi price findingnya. Ataupun dari segi untuk menjaga keamanan dari segi retail yang ikutan masuk ke dalam pasar modal kita,” ujar Anderson kepada media dalam kesempatan terpisah.
Menurutnya, keberlanjutan reformasi pasar modal menjadi salah satu kunci bagi Indonesia untuk meningkatkan posisi pasar sahamnya di tingkat global. Saat ini, pasar saham Indonesia masih berada di jajaran 15 besar dunia.
Baca juga: BEI Catat 7 Perusahaan Masih Antre IPO Saham, Didominasi Sektor Kesehatan
Namun, Anderson melihat peluang Indonesia untuk menembus lima besar pasar modal global tetap terbuka apabila kebijakan yang ditempuh dalam beberapa tahun ke depan berjalan tepat dan konsisten.
“Sebetulnya peluang kita bisa naik ke top 5 kalau kita mengambil kebijakan-kebijakan yang benar dalam beberapa tahun ke depan. Bahkan produk-produk di pasar modal Indonesia sekarang masih ada banyak yang kita bisa kembangkan,” imbuhnya. (*)
Editor: Galih Pratama


