Pertamax Green 95 memiliki kelebihan dibanding dengan BBM RON 95 lainnya./istimewa
Poin Penting
Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai konflik Amerika Serikat (AS)-Israel dan Iran berpotensi mendorong kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di Indonesia akibat terganggunya rantai suplai minyak dunia.
“Otomatis akan naik (BBM) sama seperti saat perang Ukraina kan naik,” ujar Airlangga saat ditemui di Kantornya, Senin, 2 Maret 2026.
Baca juga: Harga BBM Pertamina Naik per 1 Maret 2026, Ini Daftar Lengkapnya
Meski demikian, pemerintah menyiapkan langkah antisipasi melalui diversifikasi sumber pasokan minyak dari negara di luar kawasan tersebut. Airlangga menyebut, PT Pertamina (Persero) telah menjalin sejumlah nota kesepahaman (MoU) dengan perusahaan energi asal Amerika Serikat, termasuk Chevron dan ExxonMobil.
Selain itu, Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak Bumi (OPEC) juga akan meningkatkan kapasitas ekspornya.
“Tetapi kan kali ini supply dari Amerika juga akan meningkat dan OPEC juga meningkatkan kapasitasnya,” imbuhnya.
Baca juga: Konflik AS-Israel vs Iran Picu Gejolak di Pasar Minyak, Ini Langkah Antisipasi Pemerintah
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengumumkan dimulainya “operasi tempur besar-besaran” terhadap Iran, Sabtu (28/2), menyusul serangan rudal yang lebih dulu dilancarkan Israel.
Eskalasi konflik ini pun memicu lonjakan harga minyak dunia dan berpotensi mengguncang ekonomi global, termasuk Indonesia.
Direktur Ekonomi Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda mengatakan harga minyak telah menyentuh USD73 per barel, naik dari sekitar USD65 per barel pada awal Februari.
Ia memperkirakan harga minyak global berpotensi menembus USD120 per barel, seperti saat Rusia menginvasi Ukraina.
“Yang pasti kenaikan harga minyak akan cukup signifikan,” kata Huda, sapaan akrabnya, saat dihubungi Infobanknews, Sabtu, 28 Februari 2026.
Baca juga: Trump Deklarasi Perang Besar di Iran, Ini Potensi Dampaknya ke Ekonomi RI
Menurutnya, konflik AS-Iran berpotensi memicu gejolak global, terlebih dengan informasi keterlibatan kelompok Houthi yang dapat memanaskan kawasan Laut Merah.
Ia menyebut, jika jalur perdagangan terganggu, harga barang global akan meningkat akibat hambatan distribusi, termasuk akses melalui Terusan Suez di Mesir.
“Harga barang secara global akan meningkat karena blokade akses ke Egypt,” jelasnya.
Page: 1 2
Poin Penting Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud mengembalikan mobil dinas baru senilai Rp8,49 miliar yang dibeli… Read More
Poin Penting Badan Pusat Statistik menyatakan dampak konflik AS-Israel dan Iran terhadap perdagangan Indonesia masih… Read More
Poin Penting BGN menghentikan sementara 47 SPPG program MBG setelah ditemukan menu tidak memenuhi standar… Read More
Poin Penting BRI akan menggelar RUPS Tahunan pada 10 April 2026, dengan pemanggilan resmi dilakukan… Read More
Poin Penting Memanasnya konflik Iran-AS-Israel picu risk-off global, berpotensi capital outflow dan tekanan pada rupiah… Read More
Poin Penting PT Affirmate Bisnis Nusantara (ABN) resmi menyelesaikan komitmen investasi pada PT BOT Finance… Read More