Moneter dan Fiskal

Airlangga Sebut Bankir ‘Panas Dingin’ Akibat Penempatan Dana Rp200 Triliun

Poin Penting

  • Airlangga Hartarto menyebut penempatan dana pemerintah Rp200 triliun di bank Himbara membuat bankir “panas dingin” karena tekanan penurunan suku bunga.
  • Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen, bahkan hingga 8 persen dalam jangka menengah, lewat investasi besar di infrastruktur dan digitalisasi.
  • Airlangga menegaskan dukungan pada energi terbarukan dan digitalisasi UMKM, termasuk proyek solar cell dan data center untuk menuju net zero emission 2050.

Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa penempatan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun kepada himpunan bank milik negara (Himbara) membuat para bankir merasa “panas dingin”.

Airlangga menjelaskan, langkah pemerintah menempatkan dana “nganggur” dari bank sentral ke perbankan bertujuan untuk meningkatkan likuiditas pasar dan mendorong penurunan suku bunga.

Baca juga: Industri BPR-BPRS Siap Bersinergi Bantu Pemerintah Salurkan Rp200 Triliun

“Dengan penempatan dana Rp200 triliun, sehingga likuiditas di market terisi, dampaknya tentu penurunan suku bunga. Itu membuat banker agak panas dingin juga, karena tadinya sudah agak tenang dengan situasi di akhir tahun, namun dengan adanya Rp200 triliun dana di market, tentu persaingan dan penurunan tingkat suku bunga itu terjadi,” ujar Airlangga dalam Wealth Wisdom Jakarta 2025 Permata Bank, Selasa, 7 Oktober 2025.

Airlangga menegaskan bahwa pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen, bahkan mencapai 8 persen dalam jangka menengah. Untuk mewujudkan target tersebut, pemerintah akan menggenjot investasi besar-besaran di sektor infrastruktur, meliputi jalan tol, pelabuhan, bandara, dan konektivitas digital.

“Termasuk pembangunan data center, pembangunan AI data center, dan di Batam sudah dibangun juga data center dan hampir semua big tech company sudah melakukan investasi di sana,” ungkapnya.

Baca juga: Dirut BPR Kanti Singgung Dana Rp200 T di Bank Himbara: Jangan Sampai Jadi Kanibalisasi

Selain infrastruktur, Airlangga juga menyoroti pengembangan energi terbarukan (renewable energy) seperti pembangunan solar cell di setiap desa atau wilayah urban. Pemerintah juga mendorong digitalisasi UMKM, termasuk di sektor pembiayaan, pembayaran, dan pelatihan.

“Jadi kita mencoba untuk membuat pilot project dulu yang di mana nanti akan di-roll out untuk lebih besar dan tentunya target untuk Indonesia net zero emission yang ditargetkan 2060, Pak Presiden minta dimajukan minimal 10 tahun atau kalau bisa 10 tahun,” paparnya. (*)

Editor: Yulian Saputra

Irawati

Recent Posts

Ini Plus Minus Implementasi Demutualisasi BEI

Poin Penting Rencana demutualisasi BEI yang ditargetkan rampung kuartal I 2026 dinilai terlalu agresif dan… Read More

8 hours ago

DPR Soroti Konten Sensasional Jadi Pintu Masuk Judi Online

Poin Penting DPR menilai konten digital berjudul sensasional menjadi pintu masuk masyarakat ke praktik judi… Read More

8 hours ago

Program Gentengisasi Prabowo, Menkeu Purbaya Proyeksi Anggaran Tak Sampai Rp1 T

Poin Penting Menkeu Purbaya memproyeksikan anggaran program gentengisasi sekitar Rp1 triliun, bersumber dari dana cadangan… Read More

9 hours ago

Fundamental Kokoh, Bank BPD Bali Catatkan Pertumbuhan Positif dan Rasio Keuangan Sehat

Poin Penting Bank BPD Bali mencatat laba bersih Rp1,10 triliun (tumbuh 25,39 persen yoy), aset… Read More

10 hours ago

Demutualization of the IDX, a “Bloodless” Coup Three OJK Commissioner Resign Honourably

By: Eko B. Supriyanto, Editor-in-Chief of Infobank Three commissioners of the Financial Services Authority (OJK)… Read More

10 hours ago

Danantara Dukung Reformasi Pasar Modal dan Kebijakan Free Float OJK, Ini Alasannya

Poin Penting Danantara menyatakan dukungan penuh terhadap reformasi pasar modal yang digulirkan OJK, termasuk kebijakan… Read More

11 hours ago