Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: Irawati)
Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto buka suara soal usulan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang agar pemerintah kembali menggunakan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 36 tahun 2023 tentang Kebijakan dan Pengaturan Impor.
Airlangga mengatakan pemerintah belum memiliki rencana utuk merevisi Permendag 36/2023 tersebut. Dia menjelaskan hingga saat ini belum ada pembahasan terkait usulan yang kembali ke aturan lama atau membuat aturan baru.
“Belum ada rencana itu,” ujar Airlangga kepada Wartawan di Hotel St. Regist Jakarta, dikutip, Jumat 12 Juli 2024.
Baca juga: Barang Impor China Balal Kena Bea Masuk 200 Persen, Ini Respons Kadin
Ia mengungkapkan bahwa saat ini pemerintah tengah fokus untuk mengevaluasi kebijakan Permendag 36/2023 ini.
“Ya tentunya kan kebijakan pemerintah bisa kita evaluasi tapi tahap awal ini kita harus lihat apa yang bisa dilakukan,” katanya.
Baca juga: Kemenkeu Suara Soal Aturan Barang Impor China Kena Bea Masuk 200 Persen
Selain itu, menurut Airlangga, terkait usulan Agus Gumiwang membentuk aturan baru untuk memisahkan atau spin off Permendag 8/2024 khusus mengatur importasi sandang, pangan, papan dan industri padat karya juga belum ada pembahasan.
“Belum ada, pangan belum ada yang usulkan, pangan relatif aman. Pangan itu badan pangan domainnya,” imbuh Airlangga. (*)
Editor: Galih Pratama
Oleh Anto Prabowo, Dosen FEB UNS Solo DI tengah dinamika kebijakan ekonomi nasional, munculnya dua… Read More
Dalam program tersebut, BSN memberikan dukungan pembiayaan pendidikan bagi pegawai aktif yang memenuhi kriteria, baik… Read More
Pada ajang tersebut, CIMB Niaga meraih tiga penghargaan, masing-masing pada kategori Produk Wealth Management untuk… Read More
Poin Penting Tugu Insurance mencatat laba Rp711,06 miliar di 2025, meningkat dari Rp401,57 miliar (restated).… Read More
Poin Penting ICEx resmi diluncurkan sebagai platform infrastruktur aset kripto berstandar institusional, didukung modal USD70… Read More
Poin Penting Notional value transaksi ICDX mencapai Rp12.477 triliun pada kuartal I 2026, melonjak 96%… Read More