Teknologi

AI Tingkatkan Efisiensi Operasional, IBM Indonesia Beberkan Dampaknya

Jakarta – IBM Indonesia menyebut bahwa penerapan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dalam operasional perusahaan dapat menghemat biaya sebesar 20-30 persen.

Data tersebut diperoleh berdasarkan survei yang dilakukan terhadap 2.000 CEO perusahaan di Indonesia.

Data itu berdasarkan survei yang dilakukan kepada sebanyak 2.000 CEO perusahaan di Indonesia.

Tidak hanya itu, Presiden Direktur IBM Indonesia, Roy Kosasih, menyatakan penggunaan AI juga dapat meningkatkan output dari perusahaan hingga dua kali lipat.

“Mereka mengatakan bahwa perkembangan AI saat ini sudah begitu besar, sehingga sudah bisa membantu output dari perusahaan mereka,” ucap Roy dalam konferensi pers di Jakarta, 17 Juli 2025.

Baca juga: Google Cloud Perkuat Keamanan Siber Lewat Program Indonesia BerdAIa

Di samping itu, Roy menjelaskan penerapan AI saat ini telah menjadi kebutuhan seiring semakin berkembang pesatnya teknologi informasi, dengan industri perbankan yang saat ini paling banyak menggunakan AI.

Penggunaan AI dalam industri perbankan awalnya dilakukan untuk mencegah kecurangan atau fraud dalam transaksi perbankan, namun semakin berkembang hingga digunakan untuk mempermudah penjabaran informasi terkait dengan nasabah yang ingin mengajukan kredit.

“Jadi bisa langsung mengecek latar belakang nasabah tersebut seperti apa. Atau bahkan kalau kita berikan izin atau memang si AI-nya ini diberikan program khusus untuk bisa akses atau the latest news mengenai seseorang,” imbuhnya.

Baca juga: IBM Indonesia Kolaborasi dengan Hacktiv8 Latih Talenta AI

Adapun, penerapan AI disebut juga mampu memudahkan Perseroan untuk mencegah kerugian atau memberikan informasi untuk mengambil keputusan secara jauh lebih cepat dan lebih tepat.

Kemudian, industri yang memiliki proses production planning dalam operasionalnya juga akan diuntungkan melalui penerapan AI. 

“Karena bisa membantu mengurangi stok-stok yang tidak diperlukan atau juga seluruh supply chain, rantai pasokan itu bisa dilakukan planning dengan jauh lebih baik dan lebih tepat. Akhirnya apakah bisa mengurangi cost dan tentunya jadi meningkatkan keuntungan,” ujar Roy. (*)

Editor: Yulian Saputra

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Jangan Sampai Boncos, Perencana Keuangan Ungkap 3 Prinsip Utama Kelola THR

Poin Penting PT Bank Aladin Syariah Tbk bekerja sama dengan financial planner Ayu Sara Herlia… Read More

4 hours ago

Industri Asuransi Jiwa Sudah Bayar Klaim Korban Bencana Sumatra Rp2,6 Miliar

Poin Penting Industri asuransi jiwa telah menyalurkan klaim sekitar Rp2,6 miliar kepada korban bencana di… Read More

8 hours ago

Investasi Asuransi Jiwa Tembus Rp590,54 Triliun, Mayoritas Parkir di SBN

Poin Penting AAJI mencatat industri asuransi jiwa mencatat total investasi Rp590,54 triliun pada 2025, naik… Read More

9 hours ago

Rosan Dapat Pesan Khusus Prabowo soal Pengembangan Ekonomi Syariah

Poin Penting Presiden Prabowo Subianto menekankan ekonomi syariah harus dirasakan manfaatnya langsung oleh masyarakat. Rosan… Read More

9 hours ago

Klaim Asuransi Kesehatan Naik 9,1 Persen Jadi Rp26,74 Triliun Sepanjang 2025

Poin Penting Klaim asuransi kesehatan naik 9,1 persen pada 2025, mencapai Rp26,74 triliun, mencerminkan meningkatnya… Read More

9 hours ago

Rosan: Ekonomi Syariah Jadi Kunci Ketahanan Nasional di Tengah Tensi Geopolitik

Poin Penting Rosan Roeslani menekankan ekonomi syariah mampu memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian… Read More

9 hours ago