Categories: Teknologi

AI Masuk Fase Baru pada 2026, Fondasi Data Jadi Penentu Utama

Poin Penting

  • Fondasi data kuat krusial agar AI berdampak dan patuh regulasi.
  • Standarisasi platform dan Private AI makin dibutuhkan.
  • AI harus didukung talenta siap dan use case yang jelas.

Jakarta – Gelombang adopsi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) di dunia usaha diperkirakan memasuki fase baru pada 2026. Perusahaan tidak lagi sekadar mengejar inovasi AI, melainkan mulai mengevaluasi kesiapan fondasi data sebagai penopang keberlanjutan teknologi tersebut.

Cloudera, perusahaan pengelola dan pengoperasian AI, memprediksi sepanjang 2026 organisasi akan meninjau ulang strategi adopsi AI secara lebih mendasar.

Evaluasi mencakup pengelolaan silo AI, pemanfaatan agen AI, pengembangan Private AI, kesiapan talenta, hingga efektivitas investasi, guna memastikan AI memberi dampak bisnis yang terukur, aman, dan patuh regulasi.

Senior Vice President Asia Pasifik dan Jepang Cloudera, Remus Lim, menilai tantangan yang dihadapi perusahaan besar maupun kecil pada akhirnya akan sama.

“Kita melihat perusahaan besar menggelontorkan sumber daya besar untuk inovasi berikutnya, sementara perusahaan yang lebih kecil cenderung mengambil pendekatan yang lebih terukur. Namun pada akhirnya, semua akan sampai pada kesadaran bahwa kesuksesan AI bergantung pada fondasi data yang kuat,” ujarnya, Selasa, 13 Januari 2025.

Baca juga: Saingi Malaysia, RI Siap Bangun Ekosistem Semikonduktor Senilai USD125 Miliar

Menurutnya, di tengah tekanan regulasi dan meningkatnya ekspektasi bisnis, kemampuan mengelola data secara tepat akan menentukan efektivitas inovasi dan skalabilitas AI.

Tantangan Silo AI

Memasuki 2026, AI diperkirakan menjadi tantangan baru di internal perusahaan. Pesatnya adopsi GenAI dan agentic AI mendorong banyak unit kerja melakukan eksperimen terpisah, mulai dari pemilihan perangkat hingga implementasi proof of concept.

Kondisi ini menyerupai fase awal adopsi business intelligence (BI) yang memicu tumbuhnya silo data. Fragmentasi tersebut menyulitkan tata kelola, konsistensi, dan pengendalian risiko.

Perusahaan visioner diperkirakan akan beralih ke platform data dan AI terpadu agar inovasi berjalan aman dan kolaboratif.

Baca juga: Memperkuat Ketahanan Siber di Era Digital

Agen AI dan Kebutuhan Private AI

Di sisi lain, 2026 juga diproyeksikan menjadi momentum penting bagi agen AI untuk membuktikan manfaat bisnis yang konkret, terutama di sektor jasa keuangan.

Use case seperti asisten penelusuran sumber kekayaan hingga sistem pencegahan penipuan berbasis AI semakin relevan,” tutur Remus.

Page: 1 2

Yulian Saputra

Berpengalaman lebih dari 10 tahun di industri media. Saat ini bertugas sebagai editor di infobanknews.com. Sebelumnya, ia menulis berbagai isu, mulai dari politik, hukum, ekonomi, hingga olahraga.

Recent Posts

Gebyar Ramadan Keuangan (GERAK) Syariah 2026 menghimpun dana sebesar Rp 6,83 triliun

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pelaksanaan Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah) 2026 berhasil menghimpun… Read More

2 hours ago

Catat! Ini Jadwal Pembagian Dividen WOM Finance

Poin Penting WOM Finance menetapkan pembagian dividen tunai maksimal 30 persen dari laba bersih 2025,… Read More

7 hours ago

Free Float 15 Persen Mulai Berlaku, Banyak Emiten yang Terancam Delisting?

Poin Penting BEI dan Kustodian Sentral Efek Indonesia resmi mengumumkan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi… Read More

8 hours ago

DPR Minta Bank Sumut Tingkatkan Penyaluran Kredit UMKM

Poin Penting DPR menyoroti perlunya kebijakan kredit yang lebih berpihak pada masyarakat, terutama pelaku UMKM… Read More

9 hours ago

Ketidakpastian Hukum di Sektor Keuangan: Ketika Risiko Dikriminalisasi dan Harga Dianggap Kartel

Oleh Anto Prabowo, Dosen FEB UNS Solo DI tengah dinamika kebijakan ekonomi nasional, munculnya dua… Read More

19 hours ago

Cetak SDM Unggul, BSN Gandeng Universitas Terbuka

Dalam program tersebut, BSN memberikan dukungan pembiayaan pendidikan bagi pegawai aktif yang memenuhi kriteria, baik… Read More

20 hours ago