Agrinas Ikuti Saran Tunda Impor Mobil dari India

Agrinas Ikuti Saran Tunda Impor Mobil dari India

Poin Penting

  1. Agrinas menyatakan siap menunda rencana impor 105 ribu kendaraan dari India mengikuti arahan DPR dan pemerintah.
  2. DPR meminta penundaan karena Presiden Prabowo Subianto akan membahas rinci rencana tersebut dan mempertimbangkan kesiapan industri nasional.
  3. Kementerian Perindustrian menilai produksi pikap dalam negeri mampu memenuhi kebutuhan dan berpotensi memberi dampak ekonomi hingga Rp27 triliun.

Jakarta – Rencana Agrinas mengimpor mobil pikap dari India untuk operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) kini memasuki tahap evaluasi. PT Agrinas Pangan Nusantara menyatakan siap mengikuti arahan pemerintah dan DPR RI untuk menunda sementara pengadaan 105 ribu unit kendaraan tersebut.

Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, menegaskan komitmen perseroan untuk mematuhi keputusan negara. Pernyataan ini disampaikan setelah Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad meminta agar rencana impor ditunda.

“Dari DPR bilang apa kami ikut, pemerintah bilang apa kami ikut. Pokoknya kami taat, setia, loyal kepada negara dan rakyat,” kata Joao saat dihubungi di Jakarta, dikutip Antara, Senin, 23 Februari 2026.

Baca juga: Agrinas Impor 105 Ribu Mobil Pikap, Kadin Minta Pemerintah Batalkan

DPR Minta Rencana Agrinas Impor Mobil Ditunda

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad sebelumnya meminta pemerintah menunda rencana impor 105 ribu unit mobil dari India yang akan digunakan untuk mendukung operasional KDKMP.

Menurut Dasco, penundaan diperlukan karena Presiden Prabowo Subianto masih melakukan kunjungan kerja ke luar negeri dan akan membahas rencana tersebut secara rinci sepulangnya ke Tanah Air.

“Kami sudah menyampaikan pesan untuk ditunda dulu,” kata Dasco di kompleks parlemen, Jakarta.

Ia menambahkan, Prabowo juga akan mempertimbangkan kesiapan industri otomotif dalam negeri sebelum keputusan final diambil.

Rincian Impor dari Mahindra dan Tata Motors

Rencana impor ini pertama kali diumumkan oleh perusahaan otomotif India, Mahindra and Mahindra Ltd. (M&M), melalui laman resminya pada 4 Februari 2026. Dalam pengumuman tersebut, M&M menyatakan akan menyuplai 35 ribu unit pikap Scorpio ke Indonesia.

Pada 20 Februari 2026, Joao mengonfirmasi kepada media nasional terkait rencana impor total 105 ribu unit kendaraan dari India. Rinciannya meliputi 35 ribu unit pikap 4×4 dari M&M, 35 ribu unit pikap 4×4, serta 35 ribu unit truk roda enam dari Tata Motors.

Langkah Agrinas impor mobil ini semula ditujukan untuk memperkuat armada distribusi dan operasional koperasi desa dalam mendukung program pemerintah.

Baca juga: BPS Catat Impor RI Naik 2,83 Persen Jadi USD241,86 Miliar Sepanjang 2025

Menperin Soroti Kapasitas Produksi Nasional

Di sisi lain, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa Indonesia telah mampu memproduksi kendaraan pikap secara mandiri. Menurutnya, hal tersebut menjadi bukti kemandirian industri otomotif nasional sekaligus memberi nilai tambah signifikan bagi perekonomian.

Ia menjelaskan, apabila kebutuhan 70 ribu unit kendaraan pikap 4×2 dipenuhi dari produksi dalam negeri, maka dapat memberikan dampak ekonomi ke belakang (backward linkage) sekitar Rp27 triliun.

Pernyataan tersebut memperkuat argumentasi agar rencana Agrinas impor mobil dikaji ulang dengan mempertimbangkan potensi industri otomotif nasional. (*)

Edtor: Yulian Saputra

Related Posts

News Update

Netizen +62