Ekonomi dan Bisnis

Agar Tetap Sustain, IGCN Dorong Perusahaan di RI Terapkan Prinsip-Prinsip Ini

Jakarta – Di tengah kondisi yang tidak pasti, mulai dari ketidakpastian ekonomi hingga memanasnya situasi geo politik dunia, Executive Director Indonesia Global Compact Network (IGCN) Josephine Satyono mendorong perusahaan-perusahaan yang ada di Indonesia untuk menerapkan 10 prinsip United Nations (UN) Global Compact agar bisnisnya tetap bisa sustain .

“Bisnis kalau mau berkontribusi harus bisnis yang bertanggung jawab, tapi tidak melulu bicara tentang profit. Kemudian, menyebabkan keberlangsungan bisnis jangka panjang,” ujarnya di Jakarta, Kamis, 3 November 2022.

Josephine melanjutkan, 10 prinsip tersebut dikelompokan ke dalam pilar yaitu terkait hak asasi manusia (HAM) yang terdiri dari dua prinsip yaitu bisnis harus menghormati perlindungan dan tak terlibat pelanggaran HAM. Pilar kedua terkait tenaga kerja, antara lain bisnis harus menjunjung tinggi kebebasan berserikat, penghapusan segala kerja paksa, pekerja anak dan diskriminasi.

Pilar ketiga berhubungan dengan lingkungan, yaitu bisnis harus mendukung pendekatan kehati-hatian terhadap lingkungan, dapat melakukan inisiatif untuk promosi tanggung jawab lingkungan, serta bisnis bisa mendorong pengembangan dan difusi teknologi ramah lingkungan. Pilar terakhir ialah anti korupsi, dimana bisnis harus melawan korupsi termasuk pemerasan dan penyuapan.

Sebagai informasi, UN Global Impact ialah inisiatif khusus dari Sekretaris Jenderal Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai seruan kepada perusahaan di seluruh dunia untuk mempercepat dan meningkatkan dampak kolektif global dari bisnis. UN Global Impact didukung lebih dari 17 ribu perusahan dan 4 ribu partisipan non-bisnis yang berbasis di lebih dari 160 negara dan 69 jaringan lokal.

Sementara, IGCN adalah jaringan lokal UN Global Impact di Indonesia yang mendukung dan memfasilitasi dunia usaha dan ekosistem bisnis untuk bersama-sama dengan komunitas global berkontribusi dalam penerapan sustainable development goals (SDGs) di Indonesia. (*) Bagus Kasanjanu

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

Kredit Amar Bank Melesat 35 Persen di 2025, Dorong Pertumbuhan Laba

Poin Penting Laba Amar Bank naik 16,1% menjadi Rp249,6 miliar, tertinggi sepanjang sejarah. Kredit tumbuh… Read More

29 mins ago

Pergeseran Gaji PPL ke Bank Himbara, “Membunuh” BPD Secara Sistemik

Oleh Eko B. Supriyanto, Pimpinan Redaksi Infobank INDONESIA sedang berputar hebat. Dalam politik ekonomi perbankan… Read More

58 mins ago

BPJS Kesehatan Buka Suara soal Bayi Baru Lahir Otomatis Terdaftar JKN, Ini Faktanya

Poin Penting Bayi baru lahir belum otomatis menjadi peserta JKN, tetap harus didaftarkan. BPJS masih… Read More

2 hours ago

Permata Bank Tebar Dividen Rp1,26 Triliun, Angkat Direktur Baru

Poin Penting Permata Bank membagikan dividen Rp1,266 triliun atau Rp35 per saham dari laba 2025.… Read More

9 hours ago

Rupiah Babak Belur, Misbakhun Kritik Kebijakan BI yang Konvensional

Poin Penting Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menilai BI masih menggunakan pendekatan konvensional… Read More

12 hours ago

Bank Mandiri Mau Gelar RUPST 29 April 2026, Simak Agenda Lengkapnya

Poin Penting PT Bank Mandiri (Persero) Tbk akan mengadakan RUPST tahun buku 2025 pada 29… Read More

13 hours ago