Moneter dan Fiskal

Agar Ekonomi Kembali Tumbuh 5 Persen, Ini yang Harus Dilakukan Pemerintah

Jakarta – Efisensi anggaran yang dilakukan pemerintah awal tahun ini nyatanya berdampak negatif terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal I 2025 yang hanya tumbuh sebesar 4,87 persen secara tahunan (yoy).

Anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Arief Anshory Yusuf megatakan bahwa DEN sudah memperingatkan risiko efisiensi anggaran yang akan berdampak pada turunnya belanja pemerintah.

Pasalnya, penghematan anggaran tersebut dilakukan di tengah melemahnya daya beli masyarakat. Di kuartal I 2025 konsumsi rumah tangga tumbuh 4,89 persen, sinyal konsumsi rumah tangga yang tidak mampu mencapai di atas 5 persen ini sebenarnya sudah terlihat sejak kuartal IV 2023 hanya tumbuh 4,47 persen.

Kemudian, pada kuartal I 2024 tumbuh 4,91 persen, kuartal II 2024 sebesar 4,93 persen, kuartal III 2024 menjadi 4,91 persen, dan kuartal IV 2024 sebesar 4,98 persen.

Baca juga: Pemerintah Targetkan Pertumbuhan Ekonomi RI Capai 6,3 Persen pada 2026

“Ini saya kira harus jadi perhatian karena tidak semua elemen di pemerintah percaya daya beli konsumen melemah. Padahal fakta-fakta sudah disodorkan oleh DEN dari mulai penurunan upah riil juga kenaikan share dari defensive consiumption spending,” ujar Arief.

Solusi Ekonomi Tumbuh 5 Persen

Menurutnya, pemerintah harus kembali meningkatkan belanja pemerintah di kuartal-kuartal selanjutnya untuk mendorong perekonomian Indonesia. Sebab, faktor musiman pendorong ekonomi nasional seperti, hari besar keagamaan tengah hilang di tengah merosotnya daya beli masyarakat. Bahkan, stimulus yang diusulkan DEN pada akhir tahun lalu masih belum bisa mengerek daya beli masyarakat.

“Saya kira atensi kita segera harus ke membalikkan goverment consumption. Stimulus yang diusulkan DEN di akhir tahun lalu nampaknya tidak cukup mengerek daya beli,” pungkasnya.

Arief menekankan bahwa pemerintah juga perlu mempercepat deregulasi agar investasi segera masuk ke Indonesia. Selain itu, DEN akan mengusulkan stimulus ekonomi untuk mendorong konsumsi rumah tangga.

“Lalu mempercepat deregulasi supaya investasi bisa masuk. Tidak menutup kemungkinan kita usulkan stimulus untuk mengangkat konsumsi rumah tangga juga,” tandasnya. 

Baca juga: Ekonomi Hanya Tumbuh 4,87 Persen: Presiden Prabowo Perlu Regain Trust dari Pasar dan Masyarakat

Sementara, Kepala Ekonom Permata Bank, Josua Pardede menyebutkan, belanja pemerintah yang menyusut sebesar 1,38 persen yoy di kuartal I 2025, disebabkan oleh efek basis yang tinggi dari kuartal I 2024 karena ada Pemilu yang tumbuh mencapai 19,90 persen. Selain itu, efisensi fiskal juga memengaruhi anjloknya belanja pemerintah di kuartal I 2025 ini.

“Dengan normalisasi pengeluaran pemilu dan pengetatan anggaran yang berlaku, pengeluaran pemerintah secara keseluruhan melambat,” imbuh Josua. (*)

Editor: Galih Pratama

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

KCIC Pastikan Whoosh Aman di Tengah Cuaca Ekstrem, Sensor Berjalan Optimal

Poin Penting Kereta Whoosh sempat berhenti akibat seng di jalur, namun sensor mendeteksi dini dan… Read More

8 hours ago

RI-Jepang Teken MoU Rp384 T, DPR Soroti Realisasi di Lapangan

Poin Penting Jepang menandatangani MoU investasi senilai Rp384 triliun dengan Indonesia. Kerja sama mencakup sektor… Read More

9 hours ago

Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, RI Desak Investigasi dan Evaluasi UNIFIL

Poin Penting Tiga prajurit TNI gugur dan tiga lainnya terluka dalam misi UNIFIL di Lebanon.… Read More

9 hours ago

Saham Bank INFOBANK15 Bergerak Variatif di Akhir Pekan, Ini Rinciannya

Poin Penting IHSG ditutup turun 2,19% pada 2 April 2026, diikuti pelemahan seluruh indeks utama.… Read More

15 hours ago

BEI Rangkum 5 Saham Pemberat IHSG Pekan Ini

Poin Penting IHSG melemah 0,99% sepekan, dengan lima saham utama menjadi penekan terbesar indeks. BREN… Read More

16 hours ago

IHSG Sepekan Melemah 0,99 Persen, Kapitalisasi Pasar jadi Rp12.305 Triliun

Poin Penting IHSG melemah 0,99% dalam sepekan ke level 7.026,78, seiring mayoritas indikator pasar saham… Read More

16 hours ago