BBM Non Subsidi
Jakarta–Bank Indonesia (BI) mengaku, inflasi komponen harga yang diatur pemerintah (administered prices) menjadi tantangan utama pengendalian harga di tahun ini. Di mana Bank Sentral sendiri memperkirakan inflasi tahun ini akan lebih tinggi dibandingkan dengan 2016 lalu.
Demikian pernyataan tersebut seperti disampaikan oleh Deputi Gubernur Senior BI, Mirza Adityaswara, di Gedung BI, Jakarta, Jumat, 10 Maret 2017. Menurutnya, inflasi tahun ini akan lebih banyak disumbang dari komponen inflasi administered prices.
Baca juga: Respon Fed Rate, BI Lihat Kondisi Inflasi
“Tahun ini tantangan kita di inflasi administered prices yang mana memang administered prices itu berasal dari pengurangan subsidi yang dilakukan pemerintah,” ujar Mirza.
Namun demikian, kata dia, keputusan pemerintah untuk memangkas subsidi listrik di tahun ini merupakan langkah yang tepat, sejalan dengan upaya pemerintah untuk menjaga anggaran lebih sehat dan mengurangi defisit anggaran yang masih cukup tinggi. (Bersambung ke halaman berikutnya)
Page: 1 2
Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memproyeksikan nilai restitusi pajak pada 2026 sebesar Rp270 triliun. Proyeksi… Read More
Poin Penting: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal IV-2025 Indonesia tumbuh 5,39% yoy, lebih tinggi dari kuartal III-2025… Read More
Poin Penting Harga emas di Pegadaian kompak menguat pada Kamis, 5 Februari 2026, dengan kenaikan… Read More
Poin Penting Rupiah dibuka melemah 0,17% ke level Rp16.805 per dolar AS pada perdagangan Kamis… Read More
Poin Penting IHSG dibuka menguat 0,09% ke level 8.153,77 pada awal perdagangan 5 Februari 2026,… Read More
Poin Penting Program Semarak Berkah Ramadan BAF berlangsung 5 Februari-31 Maret 2026 dengan hadiah utama… Read More