Klaim Asuransi Umum Naik Tipis Jadi Rp20,1 Triliun di Kuartal III
Jakarta–Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mencatat kinerja industri asuransi umum dengan perolehan pendapatan premi sebesar Rp15,14 triliun, tumbuh 4,13 persen pada triwulan satu 2017. Sebagai pembanding di periode yang sama tahun lalu industri mencatat pendapatan premi sebesar Rp14,52 Triliun.
Dadang Sukresna selaku Ketua Umum AAUI menilai pertumbuhan tersebut masih dibilang lambat, hal itu dikarenakan penurunan angka premi pada beberapa lini bisnis.
“Pertumbuhan ini lebih lambat dari periode yang sama pada tahun sebelumnya hal ini terutama karena penurunan premi pada lini bisnis utama seperti properti, motor vehicle (kendaraan bermotor) dan marine hull,” jelas Dadang di Kantor AAUI, Jakarta, Selasa, 30 Mei 2017.
Tercatat lini bisnis properti dan kendaraan bermotor membukukan pertumbuhan negatif pada triwulan satu tahun 2017. Di mana properti pada triwulan satu mengalami penurunan 27,46 persen. Sedangkan pada lini kendaraan bermotor pada triwulan satu juga mengalami penurunan, sebesar 27,09 persen. (Bersambung ke halaman berikutnya)
Page: 1 2
Poin Penting Kerusakan atau hang perangkat operasional seperti aplikasi kasir bisa menyebabkan gangguan bisnis serius… Read More
Poin Penting OJK menargetkan aset asuransi tumbuh 5-7 persen pada 2026, seiring optimisme kinerja sektor… Read More
Poin Penting OJK memproyeksikan kredit perbankan 2026 tumbuh 10–12 persen, lebih tinggi dibanding target 2025… Read More
Poin Penting Kekerasan debt collector dan maraknya jual beli kendaraan STNK only menggerus kepercayaan publik,… Read More
Poin Penting OJK menegaskan peran penagihan penting menjaga stabilitas industri pembiayaan, namun wajib diatur rinci,… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya sidak dua perusahaan baja di Tangerang yang diduga menghindari pembayaran PPN… Read More