Sementara pada lini bisnis lainnya mengalami pertumbuhan positif, seperti credit insurance, marine cargo, engineering, suretyship, dan terutama pada lini bisnis aviation yang mengalami kenaikan signifikan pada triwulan satu tercatat 1,43 persen.
Dadang menambahkan, perlambatan angka pertumbuhan premi asuransi ini juga diakibatkan oleh kondisi perekonomian global dan terdapat beberapa perusahaan asuransi yang mengalihkan bisnisnya ke reasuransi.
“Perlu diketahui juga, perlambatan pertumbuhan angka premi asuransi ini juga diakibatkan oleh perekonomian global yang belum stabil dan adanya beberapa perusahaan yang alihkan atau menambahkan bisnisnya ke reasuransi,” tutup Dadang. (*)
Editor: Paulus Yoga
Page: 1 2
Poin Penting Pembiayaan berkelanjutan Bank Mandiri mencapai Rp316 triliun pada 2025, tumbuh 8% yoy, terdiri… Read More
Poin Penting Aset industri pembiayaan 2025 terkontraksi 0,01 persen, dengan pertumbuhan piutang hanya 0,61 persen,… Read More
Poin Penting Kredit konsumen Bank Danamon tumbuh double digit di 2025, mencapai sekitar 12–15 persen,… Read More
Poin Penting BSN meluncurkan Bale Syariah by BSN sebagai mobile banking syariah terpadu untuk menjawab… Read More
Poin Penting Juda Agung resmi dilantik sebagai Wakil Menteri Keuangan, menggantikan Thomas Djiwandono yang menjadi… Read More
Poin Penting Maraknya penagihan intimidatif berdampak pada kebijakan perusahaan pembiayaan, yang kini memperketat prinsip kehati-hatian… Read More